SORONG - Diwarnai 3 kali ledakan bom TNT, 86 Pasukan Marinir (Pasmar-2) yang dipimpin Letnan Satu (Lettu) Mar Alvian Yana, berhasil membebaskan satu orang warga yang disandera 1 regu musuh di dalam gubuk di Pelabuhan Rakyat Kota Sorong, Senin (6/8) malam.

Operasi Pendaratan Khusus (Ratsus) pembebasan sandera diawali dengan adanya laporan bahwa ada seorang warga Kota Sorong disandera oleh kawanan teroris di sekitaran Pelabuhan Rakyat. Para teroris mengancam akan mengeksekusi sandera ini apabila permintaan teroris berupa sejumlah uang tidak terpenuhi.

Pembicaraan antara pimpinan teroris dengan keluarga korban yang disandera, disadap oleh seorang anggota Pasmar 2. Hasilnya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Lettu Mar Alvian Yana. Setelah mendapatkan laporan, Lettu Mar Alvian memerintahkan pasukan yang dipimpinnya untuk segera melakukan operasi senyap pendaratan khusus.

Namun sebelum melakukan operasi tersebut, Lettu Alvian Yana terlebih dahulu melaporkan kepada Komandan Pasmar-2, Brigjen Mar Endi Supardi dan langsung disetujui. Atas perintah komandan, sebanyak 86  personil yang dipimpin Lettu Mar Alvian Yana, bergerak melakukan operasi pembebasan sandera. Didukung peralatan berupa 10 perahu karet jenis Slinger dan senjata lengkap (peluru hampa), prajurit marinir langsung melakukan pengintaian sebelum melakukan penyergapan.

Penyergapan dilakukan melalui laut dengan dua orang personel berenang senyap menyisir laut dari pangkalan Koarmada III hingga ke Pelabuhan Rakyat, yang diikuti 10 perahu karet memuat 84 prajurit. Setelah mendekati pantai, dua personil perenang senyap terlebih dulu melakukan pengintaian, sambil menunggu 84 prajurit lainnya.

Setelah pantai dinyatakan aman oleh 2 prajurit tim renang rintis, tim yang berada di laut meluncur dan mendarat di pantai. Setelah dibagi sesuai tugasnya masing-masing, 86 personel sama-sama melakukan pengintaian posisi musuh kurang lebih 10 menit.

Saling tembak pun terjadi antara komplotan teroris dan pasukan Marinir. Satu Regu Marinir yang terdiri dari 38 personil yang diterjunkan awal, langsung bergerak melumpuhkan para teroris dan berhasil membebaskan sandera tersebut. Namun ketika akan berbalik, ternyata para teroris masih ada yang hidup dan berencana menyerang regu pertama.

Namun, regu kedua dengan sigap turun membantu regu pertama dan membasmi semua teroris yang sekaligus menghancurkannya dengan menggunakan 3 unit bom TNT. Setelah itu, prajurit Marinir yang terlibat operasi, mengevakuasi satu orang sandera tersebut untuk mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit.

Panglima Koarmada lll Laksda ING Ariawan SE. MM kepada wartawan mengatakan aksi tersebut hanyalah simulasi yang dilakukan Korps Marinir Angkatan Laut dalam rangka program latihan tahunan yang tempatnya di seluruh wilayah Republik Indonesia. “Untuk tahun 2018 ini dilaksanakan di dua titik, satunya di Kota Sorong, melibatkan satu Batalyon,” jelasnya.

Perwira dua bintang di pundak ini mengatakan, latihan ini untuk melatih pasukan Marinir merebut sasaran secara senyap untuk membeasakan sandera. “Kita lihat tadi, pertama, pasukan bergerak, lakukan penembakan, ternyata masih ada yang hidup, sehingga regu kedua menghancurkan dengan ledakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan terpilihnya Kota Sorong menjadi salah satu kota yang dijadikan letihan Koorps Marinir, karena Kota Sorong sendiri merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Wilayah Republik Indonesia, termasuk juga disini,” pungkasnya. (raf)


Kategori : Berita Utama

Komentar