Festival Lembah Baliem 2018 segera digelar. Festival ini siap menebar keramahan ke setiap pengunjung. Festival ini juga menggulirkan program nikah massal. Sebanyak 200 pasangan akan ambil bagian.

 

FESTIVAL Lembah Baliem 2018 digelar 8-10 Agustus. Lokasinya di Lembah Baliem, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Opening ceremony festival ke-28 ini akan spesial. Sebab, melibatkan 200 pasangan yang akan menjalani prosesi pernikahan massal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jayawijaya Alpius Wetipo mengatakan, konsep pembukaan festival selalu dibuat unik. “Setiap tahun, atraksi pembukaan Festival Lembah Baliem memang dibuat berbeda. Keunikan tahun ini diberikan melalui nikah massal. Jumlahnya sampai 200 pasangan,” kata Alpius, Sabtu (4/8) lalu.

Alpius menambahkan, peserta nikah massal akan mengenakan pakaian adat Suku Dani Jayawijaya. “Kami ingin memberikan kesan yang dalam bagi masyarakat. Nantinya para peserta nikah massal ini diwajibkan memakai pakaian adat. Saat mengikuti prosesi pernikahan mereka harus memakai baju adat. Hal ini menjadi bagian dari promosi kekayaan budaya masyarakat di sini,” lanjutnya lagi.

Penyelenggara festival sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini dilakukan pada 40 distrik wilayah di Kabupaten Jayawijaya. Harapannya, pernikahan massal ini diikuti oleh pasangan siap berumah tangga dari setiap distrik. Alpius menjelaskan, pernikahan masal opening ceremony Festival Lembah Baliem juga membidik rekor MURI. “Membuka Festival Lembah Baliem dengan nikah massal tentu sangat menarik. Kami berharap nikah massal ini bisa masuk rekor MURI, sama seperti di tahun sebelumnya,” jelas Alpius.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana mengungkapkan, pelaksanaan Festival Lembah Baliem selalu unik. “Kejutan memang selalu ditawarkan oleh Festival Lembah Baliem. Bisa melihat dari dekat bagaimana adat dan prosesi pernikahan di sana tentu luar biasa. Sebab, setiap daerah selalu memiliki cara dan adat yang beragam. Program ini akan menambah kekuatan culture dari Festival Lembah Baliem,” ungkap Pitana.

Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, meski peserta nikah massal dimasukan di dalam Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, prosesinya berlangsung secara adat. “Festival Lembah Baliem selalu memberikan experience berbeda. Sama seperti daerah lain, adat prosesi pernihakan suku-suku di Papua juga eksotis. Sarat makna. Makanya, pastikan Festival Lembah Baliem ini tidak terlewatkan,” tutur Esthy.

Uniknya prosesi ini, membuat Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasinya. Menpar menegaskan, inovasi event harus dilakukan guna menarik kunjungan wisatawan. “Ide dan sentuhan baru harus diberikan kepada sebuah event. Apalagi, festival ini sangat besar. Wisatawan akan lengkap mendapatkan unsur culture skaligus nature-nya saat berada di sana,” tutupnya. (lis/ags)


Kategori : Features

Komentar