TIMIKA – Kali yang berada di Jalan Bougenvile menjadi lautan sampah plastik yang berasal dari botol bekas air minum. Menurut warga sekitar, kondisi ini ternyata sudah terjadi sejak bertahun-tahun silam.
“Sampah itu sudah lama di situ, dulu pernah dikeruk tapi itu sudah lama dan sekarang ada lagi. Kita juga tidak tahu kenapa pemerintah tidak keruk lagi sampai sekarang,” kata Uco (45) warga yang tinggal di sekitar kali tersebut.
Sampah botol palstik tersebut kata Uco merupakan sampah yang berasal dari sampah rumah tangga warga maupun dari para pengguna jalan yang lewat yang dengan sengaja membuang sampah di situ. Keberadaan sampah itu dinilai sangat mengganggu, sehingga pihaknya berharap pemerintah kembali melakukan pengerukan dan memberikan sanksi tegas kepada warga yang kembali membuang sampah di tempat tersebut.
“Sebenarnya juga harus ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah disitu karena kalau hujan deras, tempat ini (kali) kadang meluap dan kasihan kami yang ada tinggal di sini, dan kalau bisa pemerintah tegas bagi yang buang sampah sembarangan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Distrik Mimika Baru (Miru) Drs Ananias Faot, MSi yang ditemui Radar Timika, Rabu (1/8) mengatakan, bahwa penumpukan sampah plastik yang berada di Jalan Bougenville terjadi akibat adanya saluran yang tidak lancar. Menurutnya, kondisi ini juga sudah pernah diusulkan kepada dinas terkait untuk dilakukan pembersihan (pengerukan).
“Ini sudah dari tahun ke tahun kami usulkan untuk dilakukan pembersihan, tapi tidak pernah direspon. Kami hanya bisa mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di situ, karena kami tidak memiliki dana untuk melakukan pembersihan,” kata Kadistrik.
Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat kata Ananias, sangat dibutuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena dengan lingkungan yang bersih, malaria sebagai salah satu penyakit yang paling sering menyerang masyarakat Timika bisa berkurang, termasuk penyakit lainnya. 
Selaku Kepala Distrik Miru, Ananis berharap agar pemerintah dalam hal ini dinas terkait untuk melakukan pembersihan dan distrik dengan bantuan kelurahan dan RT akan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang ketahuan masih membuang sampah di tempat tersebut. (ptb)


Kategori : Lintas Papua

Komentar