AIMAS – Sebanyak 55 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan bersubsidi 2018 mengikuti masa orientasi akademik, di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, yang mulai dilaksanakan Kamis (2/8) hingga Sabtu (4/8). Para peserta terbagi dalam 2 rombongan belajar, untuk program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Matematika. 
  Penyelenggaraan PPG Prajabatan Bersubsidi di Unimuda Sorong sendiri, berdasarkan amanah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yang mana sesuai amanah UU No.14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen, seorang guru profesional harus menempuh jenjang pendidikan profesi guru.
  Adapun profesi guru tersebut merupakan sebuah pendidikan tertinggi bagi para lulusan sarjana dari Lembagai Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Dimana, sejak tahun 2017 Direktorat Pembelajaran Dirjen Belmawa Kemenristekdikti telah membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti tes seleksi pendidikan profesi guru baik PPG prajabatan maupun PPG dalam jabatan.
  Koordinator PPG Unimuda Sorong, Doni Sudibyo, M.Pd. menyampaikan terdapat 42 LPTK penyelenggara di Indonesia, yang secara serentak melaksanakan masa orientasi akademik, dimana masa orientasi yang dijalani para peserta, merupakan ajang perkenalan, baik bagi para peserta maupun mekanisme pelaksanaan PPG Prajabatan bersubsidi di Unimuda Sorong. “Karena para peserta ini bukan hanya dari Sorong saja melainkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, perkenalan tentang penjelasan umum teknis PPG serta mekanisme pembelajarannya,” jelas Doni.
  Sementara itu, Rektor Unimuda Sorong, DR.H. Rustamadji, M.Si menyambut baik pelaksanaan program tersebut, yang mana menjadi salah satu kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan Kemenristekdikti kepada Unimuda Sorong. Ia turut menyampaikan apresiasi atas keputusan yang diambil oleh para peserta PPG untuk mengambil tantangan tersebut. 
  Karena menurut informasi dari Belmawa Dikti, tidak semua peserta yang dinyatakan lolos mau mengambil dan melanjutkan program tersebut. “Ini menunjukkan secara soft skill dan dari sisi keberanian mereka masih sangat buruk, padahal masih begitu banyak para peserta lain di Indonesia yang mengantri ingin mengikuti program ini,”ungkap Rustamajdi. (nam)

 


Kategori : Sorong Raya

Komentar