KAIMANA-Sering digunakan sebagai tempat untuk pesta Miras oleh pemuda yang tidak dikenal atau orang yang tidak dikenal (OTK), maka pihak sekolah SMP Negeri 6 Coa meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk bisa mengalokasikan sedikit anggaran untuk pembangunan pagar sekolah tersebut.

Demikian yang disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Coa, Henderina Aronggear, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, baru-baru ini. “Sekolah ini Sejak dibangun tahun 2010 sampai sekarang, masih banyak kekurangan yang kami alami, seperti ruang guru, ruang laboratorium, ruang keterampilan, ruang kepala sekolah, serta rumah-rumah guru. Tapi yang lebih penting lagi adalah pagar sekolah, karena sering digunakan oleh pemuda-pemuda sebagai tempat mabuk,” ungkapnya.
Dijelaskannya, pemuda-pemuda ini menggunakan areal sekolah untuk mabuk, terutama pada sore dan malam hari. “Kalau untuk mabuk ini ada teman guru juga yang melihat langsung.Tetapi ada juga laporan dari masyarakat, terutama orang tua wali murid yang anaknya sekolah di sini,” ujarnya.
Untuk fasilitas penunjang lainnya, lanjut Aronggear, sampai sekarang ruang perpustakaan digunakan sebagai kantor. Itu pun disekat, satunya sebagai ruang guru, dan satunya digunakan untuk ruang kepala sekolah.
“Untuk dana BOS dan BOSDA ini, kami gunakan sesuai dengan peruntukkannya. Dana BOS ini kami gunakan untuk membayar guru-guru honor. Sedangkan dana BOSDA digunakan untuk  rehap kembali gedung sekolah yang rusak. Sehingga kami berharap agar ada perhatian dari dinas terkait, sehingga bisa mengurangi kekurangan-kekurangan yang kami alami saat ini,” jelasnya. (nic)

 


Kategori : Kaimana

Komentar