MANOKWARI-Kantor Perwakilan BEI (Bursa Efek Indonesia) Papua Barat yang baru diresmikan pada 26 desember 2016, menampilkan performa yang cukup baik. Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, jumlah investor Papua Barat kini telah mencapai 1.018.

Kepala Kantor Perwakilan BEI  Papua Barat, Adevi Sabath, mengatakan, jika dilihat berdasarkan tingkat usianya, sebanyak 40% investor berada di usia 18-25 tahun. Sedangkan 24% lagi merupakan investor yang berusia 41-100 tahun, kemudian disusul 23% investor dengan usia 31-40 tahun dan 13% lagi dengan usia 26-30 tahun.

‘’Memasuki usia 41 tahun, Pasar Modal Indonesia makin matang dalam menghadapi persaingan dan tantangan global. Kondisi tersebut terlihat dari adanya adanya sinergitas dukungan infrastruktur yang lebih mumpuni, kinerja emiten positif, regulator, dan seluruh investor Pasar Modal Indonesia,’’ tandas Adevi kepada wartawan, Kamis (2/8).

Dalam mendorong perkembangannya, lanjut Adevi, saat ini Bursa Efek Indonesia telah memiliki 29 kantor perwakilan yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur wilayah Indonesia. Di wilayah timur sendiri Bursa Efek Indonesia memiliki 2 kantor perwakilan yaitu di Provinsi Papua Barat dan Papua.

Dilihat dari tingkat usia investor, menunjukkan bahwa profil investor di Provinsi Papua Barat didominasi oleh anak-anak muda milenial. Sedangkan sebagian besar lagi didominasi oleh masyarakat yang berusia 31 tahun keatas yang biasanya telah memiliki tingkat ekonomi yang mapan sehingga memiliki alokasi asset yang lebih baik untuk diinvestasikan di pasar modal indonesia.

‘’Hal ini sejalan dengan nilai total asset investor Papua Barat yang cukup besar yaitu mencapai 123 miliar rupiah yang terdiri dari 71% asset berbentuk saham dan 29% lainya dalam bentuk selain saham,’’ kata dia.

Kinerja lainnya dapat dilihat dari tingkat capaian rata-rata IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang berada di atas angka 6.000 selama tahun 2018. Capaian-capaian ini menunjukkan bahwa industri pasar modal Indonesia saat ini juga sudah menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik bagi para investor, baik lokal maupun asing.

Selain itu, pasar modal Indonesia juga sudah berkembang menjadi salah satu sumber pendanaan jangka panjang (source of longterm financing) yang penting bagi dunia usaha dan juga pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan nasional, khususnya infrastruktur di tengah mulai terbatasnya pembiayaan dari sektor perbankan.(lm)


Kategori : Nasional

Komentar