WAMENA-Pembangunan Jalan Trans Wamena –Jayapura yang dibangun untuk membuka akses perhubungan darat  Wamena-Jayapura, yang selama ini hanya bisa melalui jalur udara, rupanya kini mulai salahgunakan sebagai alternatif penyelundupan miras dari Jayapura ke Kabupaten terdekat seperti kabupaten Yalimo dan Jayawijaya.

 Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba, mengakui adanya penyelundupan miras tersebut, dimana aksi peyelundupan miras ini  Polsek  Yalimo berhasil mengamankan sebuah mobil Mitsubishi Strada yang memuat 9 karton miras jenis Vodka dan Mension Hause yang dibawa dari Jayapura dan direncanakan akan diperjual belikan di Kabupaten Yalimo dan kabupaten jayawijaya.

 “Mereka yang membawa miras ini sebenarnya ikut bersama 9 mobil lainnya secara bersama -sama, namun hanya satu saja yang memuat miras pabrikan ke ke Yalimo,”ungkapnya Kamis (2/8)

 Reba mengaku telah mengamankan dua orang yang membawa mobil bermuatan miras tersebut dan untuk barang buktinya , ia telah meminta polsek Yalimo untuk dikirimkan ke Polres Jayawijaya bersama dengan dua pelaku untuk diproses hukum.

 “Saya sudah meminta Polsek Yalimo untuk mengirimkan barang bukti dan pelaku ke Polres Jayawijaya untuk kami tindak,”tegasnya.

 Perwira dengan dua melati di pundaknya ini  khawatir jika saat ini yang dalam  tahap percobaan saja sudah ada yang mencoba untuk memasukan miras ke Wamena dan daerah sekitarnya, maka ditakutkan jika nantinya jalan  tersebut secara resmi sudah dibuka maka tantangannya akan lebih besar untuk masalah-masalah penyelundupan.

 “Kami akan mengintensifkan Polsek Apalapsili untuk dapat mengawasi pergerakan kendaraan dari Jayapura ke Yalimo,”bebernya.(al)


Kategori : Lintas Papua

Komentar