JAYAPURA-Liga Futsal Nusantara akan menjadi ajang penjaringan pemain untuk melengkapi skuad Futsal PON Papua untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional  PON XX  yang akan dilaksanakan di Papua tahun 2018 mendatang.

 Liga Futsal kasta kedua Federasi Futsal Indonesia ini rencananya akan digulir pada tanggal 1-8 September 2018 di Gor Waringin. Liga Nusantara akan melibatkan klub futsal dari Kota dan Kabupaten di seluruh Provinsi Papua,  pendaftaran akan mulai sejak  1 - 25 Agustus, dengan biaya  Rp 10 juta untuk setiap  klub.

 Wakil Ketua Panitia, Daud H. Arim, berharap Liga Nusantara ini dapat diikuti oleh seluruh tim yang ada di Kota dan Kabupaten, karena melalui kompetisi ini akan dijaring pemain untuk memperkuat tim Futsal PON Papua.

 “Materi pemain yang sudah ada itu sudah 65%, sebagaian besar pemain eks pra PON lalu, dan kami masih membutuhkan beberapa pemain lagi untuk melengkapi materi pemain,” ungkap Daud Arim kepada awak media usai melakukan rapat panitia di Gor Waringin Abepura, Kota Jayapura  siang kemarin.

 Daud yang juga merupakan Ketua Bidang Turnamen  dan Kompetisi Asosiasi Futsal Provinsi  Papua berharap agar materi pemain yang akan digunakan oleh tim Futsal PON Papua dapat diwakili oleh masing-masing kabupaten yang ada di provinsi Papua.

 “Kenapa kami serius membuat turnamen ini, karenaa kami mau tim Futsal PON dapat diwakili dari kabupaten dan kota. Sehingga orang tahu bahwa tim Futsal PON Papua tidak hanya diwakili dari Kota Jayapura saja,” jelas Daud.

 Oleh Karena itu, Daud mengharapkan keseriusan Kabupaten/Kota untuk mengirim timnya untuk mengikuti turnamen Liga Futsal Nusantara ini.

 Untuk regulasi usia yang akan digunakan dalam pertandingan ini. Daud menjelaskan sesuai dengan Federasi Futsal Indonesia, pemain yang mengikuti kompetisi ini  dengan kelahiran 1 januari 1996.

 “Semua tim mengirim data pemainnya dengan melengkapai akte kelahiran dan ijazah,” ujar Daud.

Sementara itu, anggota Komite Futsal Papua, Surya Ibrahim mengatakan, bahwa tim yang mengikuti kompetisi ini dapat menggunakan pemain dari luar Papua dan bahkan dari luar negeri.

 “Kalau ada tim yang mau menggunakan pemain dari luar Papua dan bahkan luar negeri itu tidak ada masalah. Namun pemain tersebut tidak akan direkrut dalam tim PON Papua. Namun kami berharap agar potensi pemain lokal yang harus di angkat,” jelasnya. (al)

Liga Futsal Nusantara  Ajang  Seleksi  Persiapan  PON

 

JAYAPURA-Liga Futsal Nusantara akan menjadi ajang penjaringan pemain untuk melengkapi skuad Futsal PON Papua untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional  PON XX  yang akan dilaksanakan di Papua tahun 2018 mendatang.

 Liga Futsal kasta kedua Federasi Futsal Indonesia ini rencananya akan digulir pada tanggal 1-8 September 2018 di Gor Waringin. Liga Nusantara akan melibatkan klub futsal dari Kota dan Kabupaten di seluruh Provinsi Papua,  pendaftaran akan mulai sejak  1 - 25 Agustus, dengan biaya  Rp 10 juta untuk setiap  klub.

 Wakil Ketua Panitia, Daud H. Arim, berharap Liga Nusantara ini dapat diikuti oleh seluruh tim yang ada di Kota dan Kabupaten, karena melalui kompetisi ini akan dijaring pemain untuk memperkuat tim Futsal PON Papua.

 “Materi pemain yang sudah ada itu sudah 65%, sebagaian besar pemain eks pra PON lalu, dan kami masih membutuhkan beberapa pemain lagi untuk melengkapi materi pemain,” ungkap Daud Arim kepada awak media usai melakukan rapat panitia di Gor Waringin Abepura, Kota Jayapura  siang kemarin.

 Daud yang juga merupakan Ketua Bidang Turnamen  dan Kompetisi Asosiasi Futsal Provinsi  Papua berharap agar materi pemain yang akan digunakan oleh tim Futsal PON Papua dapat diwakili oleh masing-masing kabupaten yang ada di provinsi Papua.

 “Kenapa kami serius membuat turnamen ini, karenaa kami mau tim Futsal PON dapat diwakili dari kabupaten dan kota. Sehingga orang tahu bahwa tim Futsal PON Papua tidak hanya diwakili dari Kota Jayapura saja,” jelas Daud.

 Oleh Karena itu, Daud mengharapkan keseriusan Kabupaten/Kota untuk mengirim timnya untuk mengikuti turnamen Liga Futsal Nusantara ini.

 Untuk regulasi usia yang akan digunakan dalam pertandingan ini. Daud menjelaskan sesuai dengan Federasi Futsal Indonesia, pemain yang mengikuti kompetisi ini  dengan kelahiran 1 januari 1996.

 “Semua tim mengirim data pemainnya dengan melengkapai akte kelahiran dan ijazah,” ujar Daud.

Sementara itu, anggota Komite Futsal Papua, Surya Ibrahim mengatakan, bahwa tim yang mengikuti kompetisi ini dapat menggunakan pemain dari luar Papua dan bahkan dari luar negeri.

 “Kalau ada tim yang mau menggunakan pemain dari luar Papua dan bahkan luar negeri itu tidak ada masalah. Namun pemain tersebut tidak akan direkrut dalam tim PON Papua. Namun kami berharap agar potensi pemain lokal yang harus di angkat,” jelasnya. (al)


Kategori : Sport

Komentar