SORONG-  Berwisata di tempat bersih dan indah dengan pesona alam yang   asri  hanya bisa didapatkan di Mooipark,  kampung Saoka- 4 Km dari Tanjung Kasuari-.  Sebagai tempat wisata yang baru, belakangan ini, nama  Mooipark jadi perhatian masyarakat Sorong.

  Penasaran dengan Mooipark,  Radar Sorong pun menyempatan waktu jalan-jalan ke Mooipark. Di pintu masuk hanya dipungut karcis seharga Rp 20.000/orang. Hmm, memang relatif lebih murah.  Kesan pertama saat tiba di Mooipark, lokasi tempat wisata ini sangat ‘nyeni’ dan begitu menjaga kebersihan.

  “Nyeninya” itu terlihat dari ornament lokasi yang dihiasi beberapa ukiran pahat  yang diukir  dari pohon-pohon bekas. Bukan hanya itu, di Mooipark, kita juga bisa menyaksikan bagaimana pecahan-pecahan keramik  aneka warna yang biasanya dibuang orang, tapi di Mooipark dapat  dipakai disusun sebagai alas jalan  yang sangat menarik.

  Untuk menjaga kebersihan, di setiap sudut ada tempat sampah.  Dan begitu luar biasa, total ada sekitar 100 tempat sampah disediakan di halaman Mooipark. Bincang-bincang dengan pemiliknya, Johan mengatakan , Mooipark ingin djadikan sebagai  tempat wisata yang benar-benar kembali ke alam  yang terjaga keasliannya.

“Jadi kita juga akan go green. Suatu kebersihan yang ada adalah suatu motto, tapi go green juga penting. Bahan-bahan yang ada hampir semua bahan yang kita pakai itu bahan yang  go green ya.  Jalanan keramik yang pecah, ini semua sampah.  Maksud go green itu kita benar-benar mencintai alam. Jadi sampah kita olah jadi produk yang indah. Keramik itu kan orang buang semua. Kita bikin dia jadi jalan yang indah. Di sana juga masih banyak, kayu-kayu buangan kita bikin dia, kayu-kayu yang hanyut di pantai, kita pahat jadi patung. Kita benar-benar manfaatkan semua sampah yang ada jadi produk yang indah. Nah itu tujuan kita, kenapa karena kalau hari ini kita mencintai alam, anak cucu kita pasti bisa menikmati,”tuturnya.

  Dari luas areal 1 Ha, Mooipark memanjakan pengunjung yang ingin renang dengan kolam renang air laut  yang terjaga keamanannya.  Anak-anak kecil yang mau renang diyakini sangat aman.   “Kalau kolam renang dan pantai 100 persen terjamin, tidak ada ombak dan arus, keamanannya sudah kami buat. Kita sudah pasang bolder untuk menghindari ombak tarik. Anak orang yang renang kita yakin 100 persen aman. Ada kolam renang dengan air mancur juga,”terang Johan.

Untuk yang hobie selfie-selfie Mooipark-lah tempatnya, dimana banyak titik spot yang bisa dijadikan andalan dalam berselfie ria.  “Jadi di Mooipark kita pingin ada suatu pengembangan yang kembali ke alam (asli),”jelasnya.

Puas memanjakan mata dengan alam yang asri, urusan  makan tidak perlu susah-susah karena di Mooipark tersedia restaurant dengan berbagai menu mulai menu lokal,nasional hingga internasional dengan  harga yang juga relatif murah. Mulai dari menu andalan papeda dengan kuah kuning  sampai menu internasional seperti Tepangyaki (makanan Jepang yang dimasak di depan pengunjung) tersedia di Mooipark.

  Bukan hanya  skala kecil, Mooipark juga menerima order untuk acara-acara besar seperti wedding  party, ultah kantor, retret  gereja, promosi produk dan lainnya. “Kapasitas resto untuk  pesta, pernikahan bisa 1000 orang. Untuk makan di meja bisa 300-400 orang,”rinci Johan.

  Menjalankan bisnis tempat wisata ini, dalam obsesinya, Johan mengatakan, pihaknya ingin agar masyarakat Sorong bisa menikmati wisata dengan  harga terjangkau.” Jadi pintu masuk hanya  Rp 20.000,  nasi goreng cuma  Rp 20.000, kuncinya kita pingin masyarakat Sorong bisa menikmati dengan dompet yang tidak terlalu mahal. Pisang goreng keju  cuma  Rp 20.000. Kita bikin sesuatu yang terjangkau masyarakat.  Jadi orang Sorong bisa menikmati sebuah wisata yang harganya terjangkau untuk semua orang,”tandasnya.

Lebih bagusnya lagi, dengan menerapkan  kecanggihan  teknologi , pesan makanan di restaurant Mooipark tidak pakai lama. “Makanan kita target 15 menit di meja, sistemnya semua mobile. Kayaknya kita yang pertama di Papua bahkan mungkin di Indonesia. Jadi kalau ibu  (Radar Sorong, Red) pesan 1 aqua,  tidak lama aqua sudah jalan kita masih cerita, pesanan nasi goreng,  misalnya di meja 100, tidak lama nasi goreng sudah  datang, padahal kita masih ngobrol,”tandasnya.

   Pesona alam Mooipark memang sangat  menjanjikan.  Ngopi-ngopi  sambil nyicipi menu di pantai  suasana  terasa lebih indah lagi jika dinikmati pada  sore  atau malam hari. Terlebih pengunjung bisa memanjakan mata dengan menyaksikan Sunset yang begitu indah pada jam 18.10 WIT dan Sunrise di jam 06.50 WIT. Dengan semilir angin yang sejuk benar-benar  terasa indah bak berada di pantai luar negeri.

Soal jarak , menurut Johan, jika sudah dilalui, sebenarnya tidak jauh. Karena hanya berjarak sekitar  12 kilo dari Kota Sorong, lokasi Mooipark  sudah terjangkau. Terlebih selama  ini, jalan menuju ke Mooipark diyakini sangat terjamin keamanannya.  “Terus tentang keamanan untuk ke sini, jalan dari Kota Sorong ke Saoka, 10 tahun terakhir belum pernah  terjadi ranmor atau kekerasan lain di jalanan. Jadi sebenarnya aman,”jelasnya.

Tidak puas hanya sampai di situ, Johan juga mengatakan,setiap 2 bulan sekali, di Mooipark selalu ada obyek yang baru.   “Untuk kenyamanan pengunjung, Mooipark menyediakan a 12 WC kamar mandi. “ Ini untuk menghindari adanya antrian. Kita akan bangun 8 lagi, jadi nanti  total ada 20 WC kamar mandi di sini,”imbuhnya. Agar Mooipark selalu ramai, pihaknya kata Johan akan mengelar iven 2 bulan sekali.

  Menyambut HUT RI k-73, di bulan Agustus ini 2 iven bergengsi digelar di Mooipark, yakni  turnamen bola kaki pantai (Beach Soccer)   yang digelar pada 10- 16 Agustus dan iven Game Competition Mobile Legends pada 3-5 Agustus 2018.   “ Tiap hari  minggu kedepan nanti juga ada panggung musik, jadi orang bisa menikmati musik secara gratis. Harga karcisnya tetap,”tandasnya.

  Tinggal menunggu waktu, segudang rencana sudah ada di benak Johan untuk diwujudkan, salah satunya membangun 50 cottage yang ditargetkan selesai Desember mendatang. Bukan hanya itu, ingin menciptakan  nuansa seperti di luar negeri, kedepannya, Mooipark akan dibangun jembatan seperti di Amsterdam, diner bot seperti di Venesia Italia.

“Kapasitas pengunjung di Mooipark, 10 ribu orang bisa masuk.  Kita kemarin acara terakhir sekitar 3000 orang itu masih kelihatan  kosong,”tandasnya.  Yang pasti dengan  memberdayakan tenaga lokal, karyawan  Mooipark yang tinggal mulai dari sekitar Suprauw  sampai Saoka telah siap melayani  pengunjung.

Tentang icon sebuah telapak tangan dengan sepasang Burung Cenderawasih, Johan menuturkan kalau dirinya terinspirasi dari filosofi mantan Menteri asal Papua, Freddy Numberi yang kerap menceritakan filosofinya tentang  Burung Cenderawasih, burung surga (bird of paradise) yang terbang keliling bumi namun akhirnya hinggap di Tanah Papua.  Sepasang burung Cenderawasih yang terbang itu kemudian menemukan tangan yang istimewa di Kampung Saoka, mereka tinggal dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dari icon tangan dan Burung Cenderawasih itu, Johan pun menginginkan pengunjung yang datang ke Mooipark semua dengan penuh kasih sayang dan pelayanan yang diberikan pun dilandasi rasa  penuh kasih sayang. (ros)


Kategori : Nasional

Komentar