SORONG – Polair Polres Raja Ampat masih menyelidiki kasus kecelakaan laut yang dialami perahu motor tempel berisi rombongan vendor pemeliharaan BTS Telkomsel di perairan antara Pulau Soanek dan Pulau Paniki, Rabu (18/7) pukul 09.00 WIT.

  Kapolres Raja Ampat AKBP Edy Setyato Erning menjelaskan, setelah kejadian seluruh penumpang dalam kondisi selamat.  Saat ini para penumpang dan motoris tengah dimintai keterangan oleh penyidik Satpolair Polres Raja Ampat terkait musibah tersebut.

  “Setelah menerima laporan, anggota membantu proses evakuasi para penumpang. Seluruh penumpang dan motoris dalam kondisi selamat. Saat ini kami tengah meminta keterangan terkait insiden tersebut,”jelas Kapolres Raja Ampat, Kamis (19/7).

   Kapolres menjelaskan, longboat atau motor tempel berukuran panjang 9 meter lebar 1,10 meter tenggelam di perairan antara Pulau Saonek dan Pulau Paniki. Perahu terbalik dan tenggelam setelah dihantam ombak yang cukup besar. Motoris bersama 3 penumpang menyelamatkan diri dengan berenang.

  “Untuk saat ini, sementara penyebab laka laut adalah murni kecelakaan, karena pada saat kecelakaan tiba-tiba ada ombak besar. Terkait penyelamatan korban, ada sejumlah papan perahu yang lepas dan digunakan oleh para korban untuk bertahan di laut. Mereka bertahan selama kurang lebih 3 jam, setelah itu melintas spead boat wisata dan melakukan pertolongan terhadap para korban,” jelas Edy.

   Rombongan Vendor Telkomsel Sorong ini dalam tugas ke Pulau Miosmansar untuk memeriksa tower persiapan kedatangan Api Obor Asian Games pada 26 Juli 2018.  Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, seluruh penumpang termasuk motoris selamat. Saat ini mereka berada di Sat Polair Polres Raja Ampat untuk dimintai keterangan. (raf)


Kategori : Metro

Komentar