TIMIKA - Dua warga di Distrik Kwamki Narama yang diketahui bernama TW dan MW, berhasil diamankan aparat kepolisian lantaran membawah Senjata Tajam (Sajam) Selasa (17/7) lalu di Distrik Kwamki Narama dalam operasi multi sasaran.

Hal itu dilakukan, sebagai bentuk penertiban Sajam dan alat perang tradisional seperti panah dan busur. Serta memberikan cipta kondisi di Distrik Kwamki Narama dan penegakan hukum U-Undang Darurat.

Pada operasi itu, polisi berhasil mengamankan dua orang serta ratusan anak panah dan busur. Wakapolsek Mimika, Iptu Julius Hari Katang kepada Radar Timika saat ditemui di Polsek Miru, Rabu (18/7) mengatakan dalam operasi tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 2 orang yakni,  TW dan MW sedang membawah sajam.

Ia menyebutkan, operasi tersebut dihadiri oleh,  Kasat Sabhara Polres Mimika, Iptu Matheus T. Ate bersama KBO Sabhara dan personel kepolisian yang berjumlah 30, untuk melakukan sweeping alat perang tradisional di sana.

Ia menuturkan, sweeping tersebut digelar di beberapa titik yang selalu digunakan oleh oknum-oknumtertentu untuk melakukan atau ancaman, dan bahkan melakukan tindak pidana penganiayaan yang menggunakan panah di area Distrik Kwamki Narama.

Petugas juga berhasil mengamankan ratusan alat perang tradisional seperti panah serta kedua warga di atas.

Ia menuturkan, sebelum dilaksanakan sweeping, Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Wayramra dan Kasat Sabhara Polres Mimika,  Iptu Matheus T. Ate menyampaikan arahan tentang cara bertindak di lapangan, dan apabila ditemukan warga yang membawa alat tajam ditangkap, dan bawa orangnya serta menyita barang bukti.

Ia menambahkan kedua orang tersebut saat ini sudah diamankan di Polsek Miru sambil menunggu proses lebih lanjut. (itz)

 

 

 


Kategori : Lintas Papua

Komentar