MANOKWARI-Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, dalam pesannya meminta para jamaah calon umroh dari Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari mengikuti apa yang disampaikan di dalam manasik untuk diterapkan saat mengikuti umroh Madinah dan Mekkah. 
“Dari provinsi yang diikutkan ada 75 orang, umat Islam ini banyak. Ada yang belum berangkat.Tapi saya mau katakan, ini panggilan. bapak dan ibu yang dipanggil. Kalau ada yang kritik, tidak apa. Insya Allah tahun depan dia yang akan saya prioritaskan. Jangan kita fitnah, karena bisa membuat dosa,” kata Lakotani saat pembukaan manasik haji di ruang meeting Hotel Qyriyat Tanggeng, Rabu (20/6).
Lakotani mengaku senang berada dengan para jamaah calon umroh. Ia meminta untuk menjaga nama baik Provinsi Papua Barat dan juga nama baik Kabupaten Manokwari. “Jangan ada muncul di facebook, goyang kasidah, nyanyi-nyanyi di sana. Ikuti apa yang dikasih dalam manasik, jangan ikut yang lain-lain,” tegasnya. 
Lakotani juga meminta jamaah umroh untuk menjaga kesehatan, menyiapkan obat-obatan. “Kita sesuaikan dengan kondisi yang ada,” imbuhnya.
Total jumlah umrah tahun ini dari Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari sebanyak 186, termasuk pendamping dan pembimbing. Ada dua grub, dari Kabupaten Manokwari sebanyak 42, dua orang pembimbing, akan mengikuti umroh plus Turki, Madinah, Mekkah. Serta grub Provinsi Papua Barat akan mengikuti umrah reguler, ke Madinah dan Mekkah. 
Program umroh yang dipilih Kabupaten Manokwari selama 12 hari, 3 hari di Madinah, 4 hari Mekkah, 2 hari di Turki. Untuk Provinsi, umroh reguler 12 hari, 3 hari di Madinah, 7 hari di Mekkah. Para jemaah umroh diberangkatkan, Kamis (21/6) kemarin pukul 11.00 WIB. Dan rencana kembali ke tanah air 2 Juli.(lm)

 


Kategori : Manokwari

Komentar