MANOKWARI-Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan anggaran Rp 20 miliar dalam APBD 2018 untuk program wisata rohani Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Buddha. Dana sebesar ini untuk memberangkatkan 406 orang dengan rincian umat Kristen Protestan sebanyak 196 peserta, Islam 75, Katolik 30, serta Hindu dan Buddha masing-masing 25 peserta serta ditambah pendamping dari pemerintah daerah, kesehatan dan media sebanyak 50 orang.
Gubernur Papua Barat,  Drs. Dominggus Mandacan, mengatakan, program wisata rohani dan umrah ini sebagai wujud untuk peningkatan iman dan ketakwaan kepada Tuhan YME serta bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memelihara dan menjaga kerukunan antar umat beragama. 
“Seluruh umat beragama diberikan kuota wisata rohani secara adil,”  ujarnya ketika melepas peserta wisata rohani dan umrah di auditorium PKK, Senin (18/6) sore.
Pemerintah Papua Barat, lanjut gubernur, telah berupaya meningkatkan kuota untuk semua agama, tanpa membedakan. Acara pelepasan dan doa bersama sengaja dilakukan secara bersama dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di wilayah ini berjalan baik. Bukan hanya retorika belaka, tetapi dimaknai sebagai karakter dan gaya hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 
Gubernur mengatakan, indeks kerukunan umat beragama Provinsi Papua Barat mengalami peningkatan. Tahun 2016 Papua Barat berada pada peringkat 6 dengan indeks kerukunan 72,84 persen.  “Ini cukup baik. Namun perlu lagi ditingkatkan,” ujarnya. 
Menurut gubernur, tujuan wisata rohani, tidak lain untuk meningkatkan beribadatan kepada Tuhan YME sesuai agama masing-masing. Umat diberikan kesempatan untuk mengunjungi dan ikut merasakan peristiwa pada destinasi-destinasi religius yang ada. 
“Ini juga untuk menjalin silaturahmi antar umat beragama dengan pemerintah, untuk saling mengasihi satu sama lainnya, tanpa memandang agama, suku, ras dan golongan,” kata Gubernur.(lm)

 


Kategori : Berita Utama

Komentar