TRADISI unik di Masjid Abu Bakar As Shiddiq Kampung Sukru dilaksanakan setiap memasuki 1 Syawal usai pelaksanaan shalat Idul Fitri. Tradisi ini dilakukan kepada seseorang yang baru pertama kali diangkat menjadi Khotib di masjid tersebut. Bagaimana proses unik yang dilakukan untuk Khotib baru pada 1 Syawal 1439 Hijriah tahun 2018 masehi ini, berikut liputannya.

Enrico R. Letsoin, Fakfak

SUKRU adalah nama sebuah kampung yang terletak tak jauh dari pusat kota Fakfak, kampung dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, berada di wilayah Distrik Pariwari yang berbatasan dengan Distrik Fakfak Barat. Toleransi antar ummat beragama di kampung ini sangat tinggi karena warga kampung ini pernah mengukir sejarah penyebaran agama Katholik di Fakfak.

Setiap tahun ketika memasuki bulan Ramadhan, Kampung Sukru selalu menjadi perhatian masyarakat Fakfak karena pemeluk agama Islam di kampung ini selalu lebih awal melaksanakan puasa dan lebih awal merayakan hari raya Idul Fitri. Tetapi dibalik perhatian masyarakat, sebagian besar warga belum mengetahui ada tradisi unik yang dilakukan pemeluk agama Islam di kampung Sukru yang dilaksanakan setelah pelaksanaan sholad id di Masjid Abu Bakar As Shidiq.

Tradisi unik di Masjid Abu Bakar As Shidiq Sukru, setelah Khotib baru yang selesai membawakan khutbahnya Idul Fitri di hadapan seluruh jemaah yang melaksanakan Sholad Id menyambut 1 Syawal, Khotib baru itu mengikuti prosesi unik, dipangku ibu kandung dan diberikan makan dan minum dengan cara disuapin.

Tradisi unik memangku dan menyuapi Khotib baru itu dilakukan saat berahirnya sholad Id pada 13 Juni 2018 lalu. Muhamad Nur Biarpruga,SE, anak ketiga dari pasangan suami istri Samad Werwolof dan Salama Rumain yang menjadi Khotib baru di Masjid Abu Bakar As Shidiq, setelah selesai melaksanakan tugas barunya membawakan khutbah Idul Fitri, mengikuti prosesi duduk di atas pangkuan ibunya dan setelah itu disuapin bubur dari tangan ibu kandungnya, hingga ibu kandungnya memberikan air minum ke mulut Khotib baru ini. Tradisi unik pemeluk agama Islam di kampung Sukru pada Khotib baru pada saat selesainya Sholad Id, disaksikan ratusan umat muslim dan para tokoh masyarakat dan tetua agama di kampung tersebut.       

Imam Masjid Abu Bakar As Shiddiq Kampung Sukru mengatakan, tradisi unik ini yang seringkali dilakukan di masjid setelah selesai Sholad Id hanya dilakukan di pemeluk Islam Kampung Sukru dan tidak dilakukan pemeluk Islam lainnya di Fakfak.

Tradisi memangku sang khotib baru diatas pangkuan ibunya hingga menyuapi makanan dan memberikan minum dari tangan ibunya, adalah tradisi turun temurun dari leluhur sejak para leluhur kampung Sukru memeluk agama Islam puluhan tahun silam. “Tradisi memangku hingga menyuapi dan meminumankan air dari Ibu kandung Khotib baru sudah turun temurun dan tidak bisa ditinggalkan tradisi ini,” tutur Imam Masjid Abu Bakar As Shiddiq yang didampingi beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat kampung Sukru kepada Radar Sorong usai melaksanakan prosesi sakral yang berlangsung dalam Masjid tersebut.

Dikatakan, proses memangku hingga menyuapi  dan memberikan minum kepada Khotib baru prosesi sakral yang mempertandakan anak dari Ibu tersebut yang kini menjadi Khotib telah dilahirkan kembali sehingga Khotib dianggap telah bersih untuk membawakan Khutbah dalam masjid.  “Prosesi unik yang dilakukan kepada Khotib baru yang tidak pernah dilakukan di masjid lain di Fakfak dalam menyambut 1 syawal merupakan proses melahirkan Khotib baru dalam keadaan bersih sehingga setelah Khotib baru itu selesai membawakan Khutbahnya dalam Sholad Id, langsung dipangku Ibu nya hingga memberi sesuap makanan dan minuman”, tutur Imam Biarpruga di Masjid Abu Bakar As Shiddiq.

Muhamad Nur Biarpruga,SE yang baru diangkat menjadi Khotib pada 1 Syawal 1439 H tahun 2018 Masehi, merupakan Khotib yang ke-21 di Masdid Abu Bakar As Shiddiq Kampung Sukru sejak lelulur warga kampung ini memeluk  agama Islam.  Setelah prosesi memangku hingga menyuapi dan memberi minum kepada Khotib baru masjid Abu Bakar As Shiddiq oleh ibu kandungnya, ,dilanjutkan dengan pengambilan rambut dua anak bayi yang berlangsung di dalam masjid tersebut. (***)


Kategori : Features

Komentar