SORONG – H-2 sebelum Lebaran / Idul Fitri 1439 Hijriah, Rabu (13/6), Kota dan Kabupaten Sorong dikepung banjir, setelah diguyur hujan lebat seharian. Hal tersebut, mengakibatkan beberapa ruas jalan di beberapa tempat mengalami kelumpuhan dan mengakibatkan antrian kendaraan yang cukup panjang. 

Lokasi yang terkena banjir diantaranya di Km 10 yaitu di Jalan S. Maruni, Jl. Bima, Jalan S. Mamberamo dan Jalan Kampung Bugis, selain itu banjir juga terjadi di Perumnas, Km 12, Jl. Arteri, Jl. Sapta Taruna, Jl. F. Kaisepo Km 8 dekat SMKN 1, BTN, Km 14 (Hutan Lindung) dan lain sebagainya. 

  Banjir yang terjadi di Km 10 masuk ada yang seukuran pinggang orang dewasa. Hal tersebut, mengakibatkan beberapa kendaraan tidak dapat melintas dan para pengendara harus berjalan kaki melewati arus yang cukup kencang. 

Salah satu warga, Agus yang hendak pulang ke Aimas akhirnya tidak dapat pulang dan memilih untuk menunggu di rumah rekannya, hingga banjir surut, dikarenakan tidak adanya transportasi yang melintas. “Saya mau ke Aimas, cuma jalan sudah banjir, katanya di Aimas juga banjir,” ujarnya kepada Radar Sorong. 

Sementara itu, Reza salah satu warga Jalan S. Mamberamo mengatakan, banjir yang terjadi tersebut, bukan yang pertama kali. Hampir setiap tahunnya, Jalan S. Mamberamo mendapat kiriman banjir. Hal tersebut, seharusnya menjadi perhatian pemerintah, karena bukan yang pertama kali, tetapi sudah setiap tahun. “Masa setiap tahun kita kebanjiran terus, seharusnya pemerintah punya solusinya, kalau tahun ini banjir, upayakan tahun depan tidak lagi terjadi banjir,” ungkapnya. 

Akibat banjir yang begitu tinggi, warga akhirnya memalang jalan yang banjir menggunakan tuk. Dikarenakan sebagian kendaraan yang bermuatan besar, terkadang menerobos banjir yang mengakibatkan air semakin masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Selain itu, beberapa wilayah di Aimas turut mengalami banjir, salah satunya di Jalan Klamono Km 19 tepatnya di Alun-alun Kota Baru Aimas Kabupaten Sorong. 

Salah seorang warga, Marthen kepada Radar Sorong melalui telepon seluler dirinya meminta agar Walikota Sorong supaya fokus mengatasi masalah banjir di Kota Sorong. Dijelaskan bencana banjir masalah serius yang sejak periode kepemimpinan walikota ke walikota sampai saat ini belum teratasi. Oleh karenanya di periode kedua kepemimpinan Lambert Jitmau - Pahimah Iskandar (Lapis Jilid 2), diminta supaya fokus mengatasi banjir di Kota Sorong. Hal ini menurutnya sangat penting karena yang terkena dampak langsung adalah masyarakat. “Kasihan kami masyarakat yang menjadi korban, kalau hanya sekali ya tidak apa-apa, tapi bencana banjir ne sudah kami alami bertahun tahun. Jadi kami minta supaya di periode kedua harus fokus atasi banjir,” jelasnya kepada Radar Sorong.(nam/ris)

 


Kategori : Metro

Komentar