SORONG- Zakat adalah adalah harta yang wajib dikeluarkan kepada orang yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya)  karena telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Zakat secara umum terbagi menjadi dua bagian, yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Mal.
  Dewan Pembina BAZNAS Kota Sorong, Agung Sibela,S.Ag mengatakan bahwa total pengumpulan zakat untuk Kota Sorong tahun 2018/1439 hijriah yaitu untuk Zakat Maal atau Zakat Harta adalah  Rp 652.692.000, kemudian Infaq/Sedekah terkumpul Rp 313.844.000. Sedangkan Zakat Fitrah berupa beras adalah 19.692 kg dan Zakat Fitrah berupa uang terkumpul Rp 909.725.500.
  Jumlah Muzakkih yaitu orang yang wajib berzakat dan menyetor lewat UPZ  se-Kota Sorong adalah  35.797 jiwa. Sedangkan jumlah orang yang berhak menerima atau Mustahiq adalah 9.177 jiwa. Agung Sibela juga mengatakan bahwa untuk Zakat Fitrah semuanya terbagi habis di UPZ, yang disetor ke BAZNAS adalah Zakat Maal yaitu Rp 291.777.000 dan Infaq/Sedekah yaitu Rp 27.355.000.
  “Karena Zakat Fitrah memang harus terdistribusi kepada Mustahiq atau yang berhak menerima sebelum khatib turun di mimbar sholat ied. Termasuk yang ada di BAZNAS juga harus terbagi habis. Sementara Zakat Maal dan sedekah bisa dikelola untuk kegiatan bagi yang berhak menerima bisa berupa beasiswa, atau pemberdayaan ekonomi ummat,” kata Agung kepada Radar Sorong, Minggu (17/6).
  Menurut Agung, dari tahun ke tahun BAZNAS Kota Sorong sudah menghimbau kepada para Muzzaki atau Aghniyah dalam hal ini mereka yang diberikan Allah SWT kemampuan lebih dari sisi rezkinya untuk mengeluarkan atau menyalurkan zakatnya di Kota Sorong, karena usaha dari kerja mereka itu melibatkan orang Sorong,  keringat mereka menetes di Kota Sorong dan orang Sorong masih banyak yang perlu dibantu dari zakat tersebut. 
  Oleh karna itu percayakanlah pengelolaan Zakat Maalnya melalui BAZNAS Kota Sorong karena merupakan badan yang diamanatkan secara undang-undang. Agung mengimbau kepada para Mustahiq atau mereka yang berhak menerima ada harapan BAZNAS Kota Sorong dari zakat yang diterima itu sebagi pendorong atau motivator dalam mengembangkan usaha dan ekonominya sehingga terjadi perubahan status dari yang berhak menerima menjadi yang wajib mengeluarkan zakat, dengan demikian tingkat kemiskinan akan berkurang dan boleh jadi hilang.
  “Kalau kita lihat dari populasi penduduk muslim, maka sebenarnya belum maksimal  masih selisih jauh antara Zakat Maal kita, dari target minimal Rp 2 miliar. Dibanding tahun lalu,  memang ada kelihatanya tapi tidak terlalu signifikan, yang pasti Pimpinan BAZNAS sudah cukup kerja keras juga, tapi mamang butuh waktu ekstra untuk sosialisasi dan program yang lebih riil,”pungkasnya.(zia)


Kategori : Sorong Raya

Komentar