JAYAPURA-Badan Pengawas Pemilu Papua akan melaporkan anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mimika ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, karena diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Hal ini dipicu keputusan KPU Mimika yang kembali meloloskan pasangan Hans Magal-Abdul Muis sebagai peserta Pilkada Mimika pada Kamis (31/5).

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Anugrah Pata, saat dikonfirmasi Radar Sorong di Jayapura, Jumat (1/6), mengatakan, seharusnya Abdul tak boleh mencalonkan diri lagi sebagai Wakil Bupati Mimika. Sebab, Abdul sebelumnya telah menjabat sebagai Bupati Mimika definitif pada tahun 2013.

Hal ini sesuai ketentuan Pasal 7 Ayat 2 Huruf O Undang-Undang Nomor 10/2016, yakni seorang calon wakil bupati harus belum pernah menjabat sebagai bupati pada daerah yang sama.

“Kami telah menyampaikan keberatan ketika pelaksanaan rapat pleno oleh KPU Mimika. Namun, anggota KPU tetap menyatakan pasangan Hans-Abdul memenuhi syarat sebagai calon bupati-wakil bupati Mimika,” ujar Anugrah.

Ia menyatakan, Bawaslu Papua akan melaporkan anggota KPU Mimika ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena tetap meloloskan pasangan bernomor urut 4 dari jalur perseorangan tersebut. Selain itu, masalah ini juga akan diproses ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu.

John Rettob, calon wakil bupati yang berpasangan dengan bupati petahana Eltinus Omaleng, menegaskan, pihaknya akan menggugat anggota KPU Mimika ke pihak berwajib dan menggugat putusan tersebut ke Bawaslu Papua.(al)


Kategori : Lintas Papua

Komentar