INDIHOME
 

MANOKWARI-Kodam XVIII/Kasuari sedang melaksanakan tes seleksi calon taruna Akademi Militer (Akmil) serta persiapan penerimaan calon Bintara. Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI. Joppye Onesimus Wayangkau menegaskan, dalam setiap penerimaan jajarannya tetap memprioritaskan putra-putri asli Papua.

Namun Pangdam melanjutkan, prioritas putra-putri asli Papua yang memenuhi syarat. “Memang program kami memprioritaskan putra-putri daerah yang memenuhi persyaratan sebagai seorang prajurit TNI. Bukan berarti prioritas putra daerah semua yang sakit, itu negara rugi. Selektif tetap tetap saya utamakan putra daerah,” ujar  Pangdam kepada wartawan usai menghadiri pemusnahan miras di dermaga BPBD, Selasa (22/5).

Tes calon Tamtama sudah dilakukan. Kodam XVIII/Kasuari telah memberangkatkan 170-an Casis Tamtama umum ditambah 20 orang yang berasal dari wilayah pedalaman, pesisir. Sedangkan penerimaan Bintara sedang persiapan.

                “Saat ini sedang dilakukan tes calon taruna Akmil, dan berikutnya tes calon Bintara. Kalau kuota Akmil yang menentukan pusat. Saya harap ada putra-putra terbaik dari Papua Barat yang lolos Akmil. Yang sudah diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan calon Tamtama,” ujar Pangdam.

                Pada gelombang sebelumnya, kuota Bintara yang diperoleh Kodam XVIII/Kasuari sebanyak 170. Pangdam berharap kuota gelombang berikutnya bisa lebih banyak.

                Peserta yang lolos calon Bintara dan Tamtama di Kodam XVIII/Kasuari akan mengikuti pendidikan dan pelatihan di daerah lain. Ini karena Kodam  Kasuari dalam tahap pembangunan Rindam di Kabupaten Manokwari Selatan. “Ya, kalau Rindam kami sudah bisa digunakan, maka pendidikan calon Tamtama dan Bintara sudah bisa dilakukan di sini,” tuturnya.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar