FAKFAK-Terkait dengan proses penyidikan dugaan korupsi dana pembangunan SD, Urat yang masih ditangani Unit Tipikor Polres Fakfak, Kasi Pidsus Kejari Fakfak, Ahmad Bagir, SH, kepada Radar Sorong, di ruang kerjanya, mengatakan, pengusutan dugaan korupsi dana pembangunan SD Urat, Kejari Fakfak telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polres Fakfak.

 Menurutnya, dengan diterimanya SPDP tersebut, maka kini Pidsus Kejari Fakfak terus memantau perkembangan penyidikan dugaan korupsi dana pembangunan SD Urat yang ditangani penyidik Unit Tipikor Reskrim Polres Fakfak.

  “Pidsus Kejari Fakfak akan memantau perkembangan kasus dugaan korupsi dana pembangunan SD Urat Fakfak Timur tahun anggaran 2015 dengan total dana Rp 501 juta yang kini ditangani penyidik Polres hingga kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Fakfak,”terangnya.

    Lebih lanjut dikatakan, atas pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan SD Urat yang telah merugikan negara sebesar 230 juta tersebut, tersangka MK sebagai pihak kedua yang menangani proyek tersebut dijerat pasal 2 dan 3 Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (ric)


Kategori : Lintas Papua

Komentar