INDIHOME
 

SORONG-Pada dasarnya semua penjual mengharapkan tempat yang layak dan strategis untuk menjual barang mereka. Namun, ada beberapa penjual khususnya mama-mama Papua yang berjualan di jalan yang biasanya melantai di Pasar Remu, Senin (21/5).

Salah satu penjual buah-buahan kedondong, Yostina, mengatakan, sudah lama berjualan dilantai atau menggunakan seperti ini (lesehan) dan tempat yang mereka gunakan untuk berjualan ini mereka bayar setiap harinya. Selain itu tidak ada tanggapan apapun dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.

“Saya bayar bisa Rp 10 ribu per hari. Tidak ada tanggapan apapun dari pemerintah,” jelasnya kepada Radar Sorong.

Pedagang lainnya, Seli, mengatakan, khususnya untuk mama-mama Papua yang pernah mengadakan pertemuan bersama dengan DPR dan Wali Kota Sorong. Pernah dibahas untuk memindahkan atau merenovasi pasar agar lebih bagus, namun realisasinya tidak maksimal. “Saya jualan itu pendah-pindah dan biasanya macet juga di sini (jalan Pasar Remu),” ujarnya

Diakuinya, untuk bisa berjualan di tempat tersebut mereka harus membayar tempat itu ke tukang parkir seharga Rp 5 ribu, kadang-kadang  Rp 10 ribu untuk menjaga dan membersihkan sampah. Selain itu kadang-kadang pemerintah tagih Rp 2 ribu juga.

“Kadang saya bayar ke karcis dari Pemerintah kadang juga tidak, yang jadi pertanyaan memangnya pemerintah ada kasih tempat untuk kami jualan,” tanyanya.

Dia mengharapkan pemerintah dapat membangun pasar lebih modern dan teratur lagi, sehingga ketika masyarakat datang berbelanja tidak bingung, mana tempat baju-baju, ikan, ataupun sayur-sayur karena sudah terarah dengan baik. (cr-50)


Kategori : Metro

Komentar