INDIHOME
 

MANOKWARI-Pemerintah Kabupaten Manokwari mengalokasikan anggaran Rp 59.762.995.000 dalam APBD 2017 untuk menyelesaikan pembayaran pokok utang. Wakil Bupati Manokwari  Drs. Edi Budoyo menyampaikan ini pada Sidang Paripurna DPRD dengan agendan Penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Manokwari tahun anggaran 2017.

Dalam materi LKPj tersebut memuat tentang arah kebijakan umum pemerintah daerah termasuk visi misi Kabupaten Manokwari, pengelolaan keuangan daerah secara makro, penyelenggaraan urusan pemerintah daerah, tugas umum pemerintahan yang disertai dengan capaian indikator kinerja berdasarkan RPJMD tahun 2016-2020.

Wabup memaparkan, pendapatan daerah Manokwari masih tergantung dari bantuan pemerintah pusat dan provinsi, baik dana perimbangan maupun lain-lain pendapatan yang sah. Sementara PAD terhadap APBD masih relatif kecil hal ini karena belum optimalnya pemanfaatan sumber pendapatan daerah.

Dikatakan, pada tahu 2017 total APBD Manokwari setelah perubahan Rp 1.228.750.778.927 untuk mendukung percepatan program prioritas pembangunan di OPD. Sementara pendapatan bersumber dari tiga komponen yakni PAD, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

PAD Manokwari  tahun 2017 sudah melebihi target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 79.136.606.368 atau mencapai 145, 45 persen. Hal tersebut diperoleh dari PAD Rp 27.095.421.309 atau mencapai 432,49 persen dari target kemudian diikuti pendapatan pajak daerah sebesar Rp 42.153.483.348 atau 115,81 persen dari target.

Pendapatan transfer atau dana perimbangan pada tahun 2017 setelah perubahan sebesar Rp 1.090.774.440.529 namun hanya dapat direalisasikan sebesar Rp 1.039.074.412.640 sehingga masih ada selisih kurang sebesar Rp 51.698.027.889. Sementara lain-lain pendapatan asli daerah yang sah hanya mencapai 62,66 persen daritarget yang ditetapkan sebesar Rp 83.602.848.900 hanya sebesar 52.389.649.000 sehingga masih ada selisih sebesar Rp 31.213.199.900.

Sementara belanja sebesar Rp 1.185.868.042.435. Alokasi belanja tersebut untuk membiayai belanja tidak langsung sebesar Rp 560.780.145.101 dan belanja langsung sebesar Rp 625.087.897.334 realisasi belanja tersebut hanya mencapai 86,34 persen atau sebesar Rp 1.023.850.591.263.

Pembiayaan daerah ditetapkan naik sebesar Rp 16.880.258.508 realisasi pada tahun 2017 tidak diperoleh penerimaan pembiayaan. Sementara untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 59.762.995.000 untuk menyelesaikan pembayaran pokok hutang. Namun hingga akhir tahun 2017 hanya terealisasi Rp 14.940.748.752 atau hanya mencapai 34,84 persen dari target yang ditetapkan.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar