SORONG- Akibat menghantam korban berinisial HM dengan menggunakan balok, terdakwa berinisial SS diadili di Pengadilan Negeri (PN) Sorong kemarin (15/5). Sidang dipimpin hakim tunggal, Dinar Pakpahan, SH,MH. Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Putu Sastra, SH dalam amar dakwaannya menjelaskan, perbuatan penganiayaan yang dilakukan terdakwa terhadap korban terjadi pada Senin 19 Februari 2018 sekitar pukul 17.30 WIT di salah satu base camp perusahaan.

  Berawal saat korban sementara melakukan tugas jaga kemudian datang terdakwa yang diduga dalam keadaan mabuk dan langsung melakukan keributan di lokasi tersebut. Kemudian korban mendekati terdakwa dan menegur agar tidak mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung di tempat tersebut. Namun terdakwa  tidak menerima ditegur dan langsung mendorong tubuh  korban dan berusaha memukul wajah korban, namun koran berhasil menepis dan melakukan perlawanan.

  Selanjutnya terdakwa makin emosi dan tidak terkontrol kemudian datanglah anak terdakwa dan berusaha membantu ayahnya, namun korban mengingatkan agar tidak ikut campur. Ketika korban sedang lengah lalu terdakwa mengambil kayu balok ukuran 5X5 cm dengan panjang 1,17 meter dan langsung mengayunkan ke arah kepala bagian atas korban sehingga mengakibatkan luka robek 12 cm, setelah itu terdakwa melarikan diri.

  Atas perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa kepada korban, JPU mendakwakan terdakwa dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Usai mendengarkan dakwaan JPU, terdakwa yang tidak didampingi penasehat hokum (PH) dalam persidangannya tidak mengajukan keberatan. Kemudian hakim menunda persidangan dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.(dar)     


Kategori : Metro

Komentar