SORONG-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) baru-baru ini. Peluncuran gerakan tersebut juga diikuti tim Kemitraan STKIP Muhammadiyah Sorong-Unicef yang menggelar program Gernas Baku bersama PAUD Efata Mariat Pantai, Kabupaten Sorong.

Gerakan ini kata penanggung jawab program kemitraan STKIP Muhammadiyah Sorong-Unicef, Doni Sudibyo, merupakan bagian dari gerakan literasi nasional untuk menumbuhkan minat baca yang ditujukan kepada anak usia dini, yang pada umumnya belum mampu membaca dalam rangka mendukung pengembangan kemampuan literasi anak melalui peran orang tua.

"Gerakan ini bertujuan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat, buku itu adalah jendela dunia dan buku itu adalah sumber ilmu pengetahuan maka kami ingin anak-anak mencintai buku lebih dari pada gadgetnya, lebih penting lagi, kalau tidak dari usia dini saya rasa akan sangat sulit ketika dewasa,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas TK dan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Sri Padminingsih mengatakan, program gerakan membacakan buku bersama anak-nak harus mendapat perhatian, karena saat ini demam gadget sangat memberikan dampak buruk bagi anak-anak, oleh karena itu orang tua harus memahaminya.

"Gadget itukan sangat memberikan pengaruh buruk bagi keluarga, khususnya anak-anak, apalagi jika sudah kecanduan, oleh karena itu kami mensupport program ini, harapannya gerakan ini hadir dilingkungan-lingkungan" kata Sri Padminingsih.

Sementara itu, Pendeta Permina Jitmau, pengelola PAUD-TK Efata menyambut baik program ini, diharapkan agar kehadiran tim dapat menginspirasi orang tua untuk senantiasa membacakan buku atau membaca buku bersama anak-anak dirumah

"Ini program yang sangat bagus sekali, harapan kami dapat dilakukan juga dilingkungan-lingkungan lainnya, agar orang tua dan anak terbiasa membaca buku" katanya.(rat)


Kategori : Metro

Komentar