SORONG- Setelah resmi dilantik oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan pada tanggal 9 Mei lalu sebagai Tim Percepatan Pemekaran Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) dan sekaligus peresmian Sekretariat Calon DOB Provinsi PBD, langkah awal yang dilakukan Ketua Tim Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM bersama rekannya adalah merangkul dua tim perjuangan pemekaran calon DOB PBD sebelumnya masing-masing kelompok yang dipimpin Andy Asmuruf dan kelompok yang dipimpin Yosafat Kambu untuk bersatu, merapatkan barisan, berjuang bersama mewujudkan mimpi besar masyarakat Sorong raya untuk menghadirkan provinsi ketiga di Tanah Papua.

  Kepada wartawan di Kantor Walikota kemarin (11/5) Lambert Jitmau menjelaskan bahwa negara yang didalamnya ada sistem pemerintahan mempunyai tata aturan dari UUD sampai peraturan peraturan dan atau keputusan. Dengan maksud tersebut, lanjut Walikota Sorong bahwa pengukuhan tim percepatan pemekaran DOB PBD adalah bagian dari upaya pemerintah untuk merespon perjuangan yang selama ini telah diperjuangkan oleh masyarakat selama belasan tahun untuk mewujudkan calon DOB provinsi di wilayah Sorong raya. "Pemerintah punya niat yang baik supaya dua kelompok yang saling sikut menyikut mengklaim bahwa dia yang sah, dia yang berjuang, dia yang benar dan sebagainya harus bersatu dulu, dan segala sesuatu yang diperjuangkan ke pemerintah pusat pintu masuknya melalui pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota,"jelasnya.

  Ditambahkan bahwa pemerintah daerah punya niat yang baik untuk mempersatukan mereka jadi harus ada poros tengah yang dibentuk pemerintah. "Kami yang dilantik ini bukan siapa, ini 6 kepala daerah yang dilantik, yang paka lambang burung garuda, tim yang dibentuk dan diberi SK oleh Gubernur Papua Barat dengan maksud agar perjuangan ini bisa ditunjang dengan APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota masing-masing,”ungkapnya.

  Gubernur saat pengukuhan tim percepatan dalam SK-nya mengatakan siap membiayai tim dengan APBD provinsi 6 APBD Kabupaten/Kota, maka totalnya ada 7 APBD yang siap dianggarkan untuk membiayai perjuangan pembentukan Provinsi Papua Barat Daya. “Bisa ratusan miliar dibagi habis kami keluarkan untuk membiayai tim,"tegas Lambert kepada wartawan.

  Terkait dua kelompok yang berbeda kepentingan tapi satu tujuan itu, kata Lambert dipastikan bahwa mereka akan direkrut sebagai dalam tim supaya sama-sama berjuang. “Yang penting kita satu hati, satu langkah untuk mencapai satu tujuan. Dan seluruh pembiayaan otomatis dibiayai oleh kami kepala daerah yang dilantik kemarin. Jadi tidak ada yang salah di situ, soal kapan provinsi ini hadir itu kewenagan pemerintah pusat,  tanggungjawab kita bersama adalah sama-sama berjuang untuk mencapai tujuan. Jangan kita masing-masing mempertahankan ego masing-masing karena kelak provinsi PBD hadir untuk generasi anak cucu kita yang akan dating,”terangnya.

  Juga dijelaskan khusus kepada kedua kelompok supaya jangan dulu berangan-angan untuk merebut jabatan dulu, tapi dengan instrumen perjuangan bersama melalui  pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, Provinsi PBD bisa terwujud. "Tim akan kita berangkatkan audience dengan mendagri dan bahkan presiden, yang penting kita satu konsep satu tujuan,"jelasnya. Tahap awal yang dilakukan saat ini adalah mempersiapkan dokumen administrasi termasuk Kabupaten Raja Ampat, karena sebelumnya Raja Ampat belum masuk daerah bawahan. Seperti diketahui dalam dokumen bahwa yang akan menjadi daerah bawahan calon DOB Provinsi PBD adalah  Kota Sorong sebagai calon ibu kota provinsi, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, dan Raja Ampat. (ris)


Kategori : Berita Utama

Komentar