MANOKWARI-Di tengah situasi keprihatinan atas rangkaian peristiwa bom bunuh diri oleh terduda teroris di Surabaya, masih ada saja warga yang memperuncing situasi dengan unggahan status ujaran kebencian di media sosial (medsos).  Hal ini seperti terjadi di Manokwari. Sehingga tak ampun polisi langsung mencari dan menangkap pelaku yang mengunggah status ujaran kebencian.

Hal ini seperti menimpa Ald (25 tahun) dijemput anggota Polres Manokwari di tempat kostnya di Wosi, Minggu (13/5) malam sekitar pukul 22.00 WIT. Tanpa perlawanan, pria yang sehari-harinya berjualan stiker ini digelandang ke Mapolres untuk dimintai keterangan.

    Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono membenarkan penangkapan Ald atas dugaan unggahan ujaran kebencian di facebook. “Ald diamankan dan dibawa dari rumah kostnya ke Polres Manokwari untuk dimintai keterangan terkait komentarnya pada medsos atau akun facebooknya,” tutur Kabid Humas kepada Radar Sorong, Senin (14/5).

   Ald lewat  FB-nya "Aldy Yangterlupakan" menulis komentar bernada kebencian  pada Minggu (13/5) pukul 18.00 WIT atau beberapa jam setelah peristiwa bom bunuh diri pada tiga gereja di Surabaya. Tulisannya ini menimbulkan keresahan dan sempat menjadi perbincangan di FB.

   “Komentarnya di FB menimbulkan keresahan dan ketakutan pada masyarakat Manokwari serta kegaduhan dan ancaman dari para nitizen terhadap terduga pelaku,” ujar Kabid Humas.

   Polisi menjerat pelaku  tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (sara), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama 6 (Enam) tahun dan/atau Denda paling banyak Rp. 1 Miliar.

   Dari tangan Ald, polisi mengamankan barang bukti berupa, satu unit HP merk Samsung J7 Prime warna putih-gold, satu lembar screenshot akun facebook.(lm)


Kategori : Berita Utama

Komentar