SORONG-Jajaran Polres Sorong Kota langsung memperketat pintu masuk ke Mapolres pasca terjadinya bom susulan di depan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5) sekitar pukul 08.50 WIB.  Pantauan Radar Sorong di Mapolres Sorong Kota Senin (14/5), sejumlah personil disiapkan di pintu masuk Mapolres Sorong Kota. Sejumlah pengunjung tidak luput dari pemeriksaan personil yang berjaga.

  Pemeriksaan meliputi barang-barang bawaan pengunjung, pemeriksaan tas, hingga kendaraan pengunjung. Untuk sepeda motor pemeriksaan dilakukan hingga dalam jok-nya, sedangkan roda empat meliputi bagian dalam mobil. Bahkan setiap pengunjung yang masuk terlebih dahulu menyertakan kartu identitas diri.  Pemeriksaan juga menggunakan metal detector. Tapi, sebelum itu pengunjung terlebih dahulu melewati Portal berukuran lebar 7 meter tepat di depan pintu masuk Polres Sorong Kota.

  Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christy Pancasakti Siregar,S.IK,MH melalui Kanit Propam Ipda Rusli, mengaku kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan atas dasar instruksi pimpinan pasca tragedi teror dan bom bunuh diri yang dilakukan diduga Teroris pada Mako Brimob, 3 gereja di Surabaya dan Polrestabes Surabaya."Hanya siaga dan mengantisipasi terjadinya hal serupa seperti di Surabaya. Dan sampai saat ini Kota Sorong masih dalam keadaan kondusif," ujarnya.

   Dia mengatakan selain kendaraan roda dua pihak juga melakukan pemeriksaan pada kendaraan roda empat. "Pokoknya semua yang mencurigakan akan diperiksa sesuai protap yang ada," jelasnya.

  Demikian juga, Mapolres Sorong di Aimas memberlakukan pengamanan yang cukup ketat oleh anggota SPKT Polres Sorong yang mulai terlihat sejak kemarin (14/5).

  Kapolres Sorog, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna, S.IK melalui Kabag Ops Polres Sorong, Kompol Iryouw Sem Yohanes menyampaikan, penjagaan yang dilakukan oleh anggota Polres Sorong terhadap pengunjung Mapolres Sorong sudah diterapkan sejak lama, dimana para pengunjung yang ingin membesuk tahanan perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap barang bawaan, begitupun pengunjung lainnya. “Kalau penjagaan, kita sudah lakukan sejak lama, sekarang ini lebih diperketat lagi,” ucapnya.

  Dari pantauan koran ini, penjagaan yang dilakukan anggota SPKT Polres Sorong lebih diperketat dengan penggunaan helm anti peluru yang digunakan setiap anggota piket SPKT. Selain itu, portal Polres Sorong yang biasanya terbuka, sejak kemarin terlihat tertutup dengan penjagaan anggota piket SPKT.

Bentuk Belasungkawa, Masyarakat Bubuhkan Tanda Tangan

Sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya 6 anggota Polri dalam kerusuhan yang terjadi di rumah tahanan (rutan) Salemba Cabang Mako Brimob Kelapa Dua Depok, beberapa waktu lalu, Mapolres Sorong menggelar aksi belasungkawa melalui tanda tangan yang dibubuhkan pada spanduk putih yang diletakkan di dua tempat di wilayah hukum Polres Sorong, Kemarin (14/5).

  Spanduk putih yang berukuran 8x4 meter tersebut, diletakkan terbentang di dua titik, Pos Polisi Tugu Merah dan Pos Patwal Km 19. Dimana, dalam spanduk tersebut terpampang foto para anggota polri yang gugur dibunuh oleh para teroris di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

  Masyarakat yang melihat spanduk tersebut, langsung ikut membubuhkan tanda-tangan sebagai bentuk belasungkawa. Salah satunya, Iqbal seorang warga yang melintas di Tugu Merah yang ikut berimpati atas musibah yang dialami anggota polri saat menjalankan tugasnya. “Saya lewat dari Aimas, terus lihat ramai-ramai dan antri untuk tandatangan, karena saya juga berimpati makanya saya mau ikut tanda tangan,” pungkasnya.(raf/nam)


Kategori : Berita Utama

Komentar