SORONG- Kebiasaan buruk warga yang kerap kali membuang sampah tidak pada tempatnya dan tidak pada jam yang telah ditentukan membuat Walikota Sorong Drs.Ec. Lambertus Jitmau,MM prihatin. Yang membuat walikota prihatin karena warga tidak menaati peraturan daerah dengan cara berperilaku membuang sampah tidak pada jam yang telah ditentukan atau tidak membuang sampah di tempat tempat yang sudah disiapkan.

   Terkait masalah klasik di Kota Sorong ini, Lambert Jitmau sambutannya pada acara penyerahan SPT PBB kepada para kepala Diatrik, Lurah dan Ketua RT-RW di Samu Siret kemarin (11/5), Walikota menegaskan bahwa sesuai pada Peraturan Daerah (Perda) pengendalian sampah di Kota Sorong,  pihaknya melalui OPD teknis ke depan akan membentuk tim terpadu melibatkan komponen masyarakat untuk melakukan pengawasan dan penindakan sangsi pidana kepada warga masyarakat yang membandel buang sampah sembarangan dan atau tidak pada jam yang tepat.

  Di hadapan ratusan RW dan RT, walikota juga mengkritisi perilaku warga Kota Sorong yang tidak taat membayar retribusi sampah kepada pemerintah daerah, padahal retribusi sangat penting untuk menunjang mobilitas angkutan maupun pekerja pengangkut sampah di Kota Sorong.

  "Coba masyarakat proaktif bayar retribusi sampah supaya kalau masyarakat kritik walikota soal sampah ya wajar. Ini sudah tidak bayar retribusi baru senang kritik walikota lagi. Karena orang yang angkat sampah dia bukan sampah tapi manusia yang harus mendapat perhatian makan dan minum," jelas walikota dalam arahannya di Aula Samu Siret.

   Lambert mengakui bahwa pihaknya saat ini terkendala tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, ke depan jika TPA sudah disiapkan, pihaknya akan menertibkan jam-jam pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah pada tempat tempat yang diatur oleh pemerintah. Dan selanjutnya melibatkan para pihak untuk melakukan pengawasan dan penindakan.

  "Sudah ada sangksi yang diatur dalam perda sampah. Yang buang sampah sembarang pada waktu dan tempat yang dilarang harus wajib denda Rp 40-50 juta atau kurungan penjara 6 bulan," jelasnya sembari menambahkan bahwa, RT-RW supaya pro aktif menghimbau kepada warganya supaya hanya bisa boleh buang sampah dari malam sampai dinihari, jangan buang sampah dari pagi sampai jam 6 sore. (ris)


Kategori : Metro

Komentar