SORONG- Akibat Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak hadir dalam sidang lanjutan kasus Pil PCC dengan agenda pembelaan yang sejatinya digelar Senin (14/5) kemarin. hakim Dinar Pakpahan, SH,MH yang menangani perkara pil PCC dengan terdakwa Hendrik Sitorus dan kawan-kawan marah dan menunda sejumlah persidangan.

  Dari pantauan media ini, sidang lanjutan dengan agenda pembelaan terdakwa, nampak hadir hakim, Dinar Pakpahan, SH, MH dan penasehat hukum terdakwa, Sarlito Simanjuntak, SH. Sedangkan jaksa penuntut umum, Henry Siahaan, SH tidak hadir.

  Ketidakhadiran jaksa memicu kemarahan hakim Dinar Pakpahan. Dengan nada marah, Dinar menyampaikan kepada penasehat hukum maupun keluarga terdakwa bahwa kesalahan ini bukan berada pada pihak Pengadilan Negeri Sorong.

  “Kami sudah mencoba menunggu hingga waktu pulang jam kantor, tetapi ketika sidang mau berjalan jaksa penuntut umum belum hadir, ini keterlaluan, karena bukan baru sekarang ini, sudah beberapa kali terjadi seperti itu, hingga jam pulang kantor masih saja ada tahanan yang belum disidangkan,” ujar Dinar Pakpahan dengan nada marah di dalam ruang sidang utama.

  Dirinya juga meminta penasehat hukum terdakwa untuk menanyakan alasan ketidakhadiran JPU dalam persidangan, dan jangan menanyakan kepada para hakim. Karena hakim akan menggelar sidang jika terdakwa dan JPU sudah berada di tempat.

  Sebelumnya, dengan melihat PH terdakwa dan para keluarga korban memasuki ruang sidang, Hakim yang sudah berada dalam ruang sidang langsung membuka persidangan, namun menunggu kurang lebih 20 menit JPU tidak berada di tempat, hakim langsung marah dan menutup sidang.

  “Sebenarnya ada apa ini, sampai terdakwa sudah dihadirkan dalam persidangan tapi jaksa tidak mau hadir dalam sidang, ini namanya penegak hukum mempermainkan hukum,” ujar salah seorang keluarga dari terdakwa. Akibat kemarahan hakim, kurang lebih 5 perkara yang akan disidangkan Senin kemarin semuanya ditunda.(dar)


Kategori : Metro

Komentar