AIMAS-Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, Senin (14/5) menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama, dalam rangka menyikapi dan melakukan upaya pencegahan pasca aksi teror pengeboman di Surabaya.

Bupati Sorong menegaskan agar semua pihak tidak saling tuding dan menyalahkan, dirinya meminta agar Forkompimda dan FKUB bekerja ekstra dalam mengamankan teritorial dan menjalankan tugas pengamanan maupun memberikan pencerahan terhadap masyarakat agar tidak terprovokasi atas kejadian tersebut, dan meminta agar menyerahkan semua upaya proses hukum kepada kepolisian.

"Saya tegaskan agar kita lebih waspada, kita tidak boleh lengah, mari kita jaga daerah kita ini agar tetap aman, nyaman, dan damai, saya juga menegaskan bahwa tidak ada celah sejengkalpun untuk teroris dan radikalis hadir di Kabupaten Sorong (Kabsor) karena itu akan mempengaruhi stabilitas daerah" tegas Bupati Sorong.

Sementara itu, mewakili umat Katolik, Romanus Rasid, mengajak semua pihak untuk berpikir jernih, tidak melakukan tindakan berupa balasan, karena akan mempengaruhi situasi kamtibmas kondusif.

"Kami sudah menghimbau kepada semua umat Katolik untuk kita mendo'akan agar korban mendapat tempat istimewa disisi Tuhan, dan pelaku diberi kesadaran untuk bertaubat" kata Romanus Rasid.

Rapat kordinasi antara Forkompimda dan FKUB diruang pola dihadiri Wakil Bupati Sorong, Dandim 1704 Sorong, Letkol Doddy Anggar Panggabean, Wakapolres Sorong Kompol Zony Bangko, dan perwakilan unsur agama, tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan se-Kabupaten Sorong, diakhir rapat, seluruh peserta menyatakan ikrar tidak takut dan menolak aksi teror masuk ke Kabupaten Sorong. (rat/nam)


Kategori : Sorong Raya

Komentar