FAKFAK- Bupati Fakfak, Drs. Mohamad Uswanas, M.Si, Senin (14/5) di Pendopo Rumah Negera, yang didampingi Forkopinda (forum komunikasi pimpinan daerah)  kepada wartawan saat jumpa press, mengecam tindakan aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya pada Minggu pagi (13/5).

“Selaku Bupati dan masyarakat Fakfak mengutuk keras tindakan biadap yang dilakukan teroris yang terjadi di Surabaya atas pengeboman tiga gereja, depan Poltabes Surabaya dan yang terjadi di Mako Brimob,” tegas Bupati Fakfak.    

Menurut bupati, tindakan biadap yang dilakukan kelompok teroris dengan menghilangkan nyawa orang tak bersalah, merupakan tindakan yang harus disikapi secara tegas dalam rangka pelaksanaan suasana kebangsaan yang lebih kondusif sehingga program pemerintah dapat berjalan secara baik.

Dikatakan, untuk mengentisipasi berbagai gangguan stabilitas di daerah yang dapat memecah persatuan dan toleransi beragama maka Pemerintah Kabupaten Fakfak telah melakukan kesepakatan  Fakfak sebagai daerah toleransi di Papua yang diawali dengan doa bersama pada Sabtu (12/5).

    “Kita harus mempersatukan barisan secara sungguh sungguh dengan kepekaan yang tinggi untuk menjaga keselamatan bangsa kita dan mengamankan bahaya bahaya yang muncul dari dalam maupun luar yang sengaja dan terang terangan merongrong persatuan dan kesatuan bangsa”, tuturnya.

    Sementara itu, di tempat berbeda, Ketua Bakor Remaja Masjid Kabuppaten Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP, mengatakan, Bakor Remaja Masjid mengutuk dengan keras perbuatan keji pengeboman di Surabaya.    Menurutnya, ajaran Islam tidak mengajarkan hal seperti itu, karena Islam ajaran perdamaian (salam), damai di hati, damai sesama di dunia dan damai di akhirat. (ric)


Kategori : Lintas Papua

Komentar