FAKFAK-Bupati Fakfak, Drs. Mohamad Uswanas, M.Si, Sabtu kemarin (12/5) bertempat di Lapangan KONI Kabupaten Fakfak memimpin langsung prosesi pencanangan Kabupaten Fakfak sebagai daerah toleransi di Tanah Papua.

Pencanangan Kabupaten Fakfak sebagai daerah toleransi antar umat beragama di tanah Papua ditandai dengan penandatangan 8 kesepakatan bersama oleh 6 tokoh agama (toga) yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu

Dalam pernyataan sikap dan kesepakatan yang tertuang 8 poin kesepakatan yang dibacakan Ketua MUI Kabupaten Fakfak, Mohamadon Daeng Husein, 1. Menjaga Keutuhan NKRI, Pancasila dan UUD 1945, serta Bhineka Tunggal Ika,di Kabupaten Fakfak, 2. Mendukung dan bekerja sama dalam menjaga dan menciptakan situasi yang aman dan konduisif dalam kehidupan beragama.

Berikutnya ke 3, Saling menghormati keyakinan dan kepercayaan antar umat beragama, 4. Mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan perbedaan atau salah paham diantara umat beragama, 5. Mempedomani dan mempertahankan semboyan satu tungku tiga batu, 6. Dengan tegas menolak paham radikalisme, ekstrim dan terorisme yang akan memecah kerukunan umat beragama di Fakfak, 7. Memelihara nilai kearifan lokal yang perlu di kembangkan dalam toleransi beragama di Fakfak, 8. Menindak tegas atau menolak segala bentuk berita bohong atau HOAX yang akan memecah belah kerukunan umat beragama di Fakfak.

    Sementara itu, Bupati Fakfak, Drs. Mohamad Uswanas, M. Si, mengatakan, kesepakatan pencanangan Fakfak sebagai daerah toleransi umat beragama di tanah Papua dilakukan secara spontanitas dan diputuskan pada saat rapat FKUB.

    Menurutnya, pencanangan Fakfak sebagai daerah toleransi umat beragama dimaksudkan agar di Fakfak ada kepekaaan sebagai warga Fakfak menolak segala bentuk hasutan hal-hal negative yang merusak persatuan dan kesatuan warga serta bangsa dan negara.

    “Kegiatan ini mengandung maksud agar kami di Fakfak mempunyai kepekaan untuk menolak segala bentuk hasutan dalam bentuk apa saja yang terjadi di Fakfak daerah tercinta ini,” kata bupati.

    Dia menambahkan, orang Fakfak harus punya empati dan simpati. Harus punya kepekaan sehingga dapat menolak segala bentuk hasutan yang dapat memecah kerukunan umat beragama. (ric)


Kategori : Lintas Papua

Komentar