KAIMANA- Program bantuan tunai kepada masyarakat hingga saat ini masih berjalan dengan baik. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat untuk menunjang bidang pendidikan, bidang kesehatan serta kesejahteraan. Bantuan ini secara langsung dikelola oleh Dinas Kesehatan di setiap Kabupaten, melalui program Pembinaan Keluarga Harapan (PKH).

Koordinator PKH Kabupaten Kaimana, Muhammad Rahman Muslim, A.Md saat dikonfirmasi di rumah salah seorang warga di Kampung Coa, di sela-sela kegiatan pendataan bagi warga yang menerima bantuan ini mengatakan, program ini merupakan program Kementrian Sosial yang yang dikelola oleh Bidang Pembinaan Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Kabupaten. Program ini bertujuan untuk menunjang bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, yang sudah berjalan sejak 2016 silam.

Dia mengatakan, sejak 2016 hingga 2017 bantuan ini hanya diberikan kepada warga yang ada di dua distrik saja, yakni Distrik Kaimana Kota dan Distrik Arguni Atas. Namun untuk tahun ini, semua distrik yang ada di Kabupaten Kaimana akan berhak untuk memperolehnya.

“Karena itu sejak hari ini kita mulai melakukan pendataan ulang, sehingga dapat memastikan masyarakat atau orang-orang mana saja yang akan menerima bantuan ini. Bantuan ini merupakan bantuan bersyarat, artinya keluarga yang menerima bantuan ini harus memiliki beberapa persyaratan seperti, di dalam keluarga tersebut  ada terdapat ibu hamil, anak balita, anak yang masih aktif sekolah, baik itu tingkat SD, SMP maupun SMA serta lanjut usia. Komitmennya, yang anak sekolah harus aktif di sekolah minimal 80 persen selama sebulan. Sedangkan untuk ibu hamil atau anak balita, minimal dalam sebulan harus memeriksa kandungan atau anaknya di Posyandu sebanyak satu kali. Jika kewajibannya ini tidak dijalankan, maka bantuan ini akan dihentikan sementara,” katanya.

Dikatakan, besar bantuan yang diperoleh sebesar Rp. 2.000.000 per tahun. Bantuan ini diberikan tiga bulan sekali dengan total Rp. 500.000. Jadi selama setahun, lanjut dia, masyarakat berhak menerima sebanyak empat kali.

“Bantuan ini untuk membantu dan mendukung pendidikan untuk anak sekolah, semisalnya dengan uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak tersebut dalam sekolahnya. Selain itu, bantuan ini juga mendukung bidang kesehatan, terkait dengan kesehatan ibu hamil dan kandungannya serta kesehatan anak balita. Sedangkan untuk lansia, dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat dimanfaatkan baik itu untuk kesehatannya maupun keperluan hariannya, karena seperti yang kita tahu bersama, seorang lansia pastinya sudah tidak kuat lagi untuk bekerja dalam mencari nafkah,” tandasnya.

Karena program ini sangat penting untuk masyarakat, lanjut Rahman, diharapkan, program ini dapat tetap berjalan, agar dapat membantu masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu, sehingga dapat mengurangi angka anak putus sekolah serta angka kematian ibu dan anak di wilayah ini.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar