KAIMANA- SMA Negeri 2 Kaimana, ternyata meraih nilai tertinggi dari 6 SMA yang ada di Kota Kaimana, setelah hasil ujian nasional berbasis komputer yang diselenggarakan tahun ajaran 2017/2018 ini. Nilai tertinggi tersebut menyebar di 6  mata pelajaran, diantaranya, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia.

Hal itu disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Kaimana, Susanto, S.Pd, saat dikonfirmasi, kemarin di ruang kerjanya.

“Setelah mengetahui hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk setiap sekolah, maka sekolah baru SMA Negeri 2 muncul dengan hasil yang memuaskan. Kami bangga, karena ini merupakan angkatan pertama yang mengikuti UNBK tahun ini. Kami tak menyangka, jika hasilnya cukup memuaskan bagi sekolah, karena nilai kami tertinggi dari sekolah lainnya,” akunya.

Dari beberapa mata pelajaran tersebut, hanya beberapa yang bisa ditahan dengan jumlah nilainya yang lebih baik, sedangkan yang lainnya masih ada di dalam file sekolah. Mata pelajaran tersebut adalah Bahasa Inggris, dengan perolehan nilai 88,0, Bahasa Indonesia 82,0, matematika dengan perolehan nilai 70,0 dan mata pelajaran pilihan untuk jurusan IPA yakni Fisika, Kimia dan Biologi masing-masing 72,0. Untuk jurusan IPS hanyalah Ekonomi dengan nilai tertinggi 78,0.

Dirinya menjelaskan bahwa bukan berarti nilai untuk mata pelajaran yang lain rendah, tetapi nilainya untuk mata pelajaran Sosiologi dan Geografi terbagi di sekolah lain. Untuk itu, dengan menaggapi nilai pada mata pelajaran pelajaran yang masih belum memuaskan tersebut, Susanto bertekad untuk tahun depan akan meningkatkan nilai tersebut.

“Bukan berarti kami meremehkan mata pelajaran yang lain, tetapi melihat nilai begini, kami akan membuat kelas khusus untuk mata pelajaran untuk jurusan IPS. Sekolah kami akan menjadi lebih baik lagi untuk UNBK tahun depan. Kami akan mengejar nilai pada mata pelajaran yang belum mendapatkan nilai memuaskan di tahun ini. Untuk itu, sebagai kepala sekolah, saya ingin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada dewan guru yang telah membantu dirinya dalam membangun sekolah ini,” ujarnya.

Dalam keterangannya, dia pun mengaku, hingga saat ini, beberapa guru tenaga kontrak belum mendapatkan gaji. “Tetapi saya sangat bangga, karena mereka dengan gigih untuk mendidik para siswa. Kami berharap, ke depannya nilai kami akan lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya,” harap Susanto lagi.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar