SORONG-Harga Emas tidak menentu ketika mendekati bulan suci Ramadan 1439 hijriah menurut salah satu pedagang di Pasar Sentral Remu, Senin (14/5).

Pemilik toko Emas Bogor menjelaskan bahwa penjualan emas akhir-akhir ini mengalami penurunan tidak seperti biasanya yang ramai dengan pengunjung. Karena menjelang bulan suci Ramadan tahun ini harga emas sudah naik dan kemungkinan akan naik lagi ketika menjelang hari raya Idul Fitri 1439 hijriah.

“Harga emas sudah naik dulu pergramnya Rp 520 ribu sekarang sudah Rp 540 ribu,” jelasnya kepada Radar Sorong, Senin (14/5).

Dijelaskannya bahwa untuk penyebab dari kenaikan harga emas ini karena pengambilan dari luar daerah juga mengalami kenaikan sehingga di Kota Sorong juga naik. Pemilik toko Emas Bogor 2 mengakui bahwa emas-emas tersebut berasal dari Kota Makassar.

“Efek dari kenaikkan harga emas yah pembeli makin sepi saja,” ujarnya.

Diakuinya, akhir-akhir ini banyak konsumen yang kembali menjual emas karena harga emas saat ini telah naik dan juga konsumen membutuhkan uang untuk pendaftaran sekolah tahun ajaran baru buat anak-anak mereka. Selain itu di toko Emas Bogor 2 jenis emas yang diminati oleh konsumen adalah cincin dan bisa juga untuk memesen cincin pernikahan di toko Emas Bogor 2 ini. “Kalau disini kebanyakan cincin yang diminati dan anting anak-anak juga,” katanya.

Pemilik toko Emas Bogor 2 itu mengatakan bahwa strategi yang ia miliki untuk menark pembeli disaat harga emas telah melonjak naik dengan menawarkan emasnya ke setiap konsumen yang berlalu lalang di depan toko Emas Bogor 2.“Harapannya, semoga semakin banyak pembeli, harga emas juga stabil tidak naik atau turun,” pungkasnya.(cr-50)


Kategori : Ekonomi

Komentar