FAKFAK-Permintaan Kejaksaan Negeri Fakfak untuk meyakinkan bahwa 5 (lima) tersangka kasus pembunuhan berencana dengan korban Sudiang Maria Anggrianto (64), para tersangka dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani setelah dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

 “Dari hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap 5 tersangka oleh ahli Psikologi dinyatakan para tersangka dalam keadaan waras,” terang Kasi Pidum Kejari Fakfak, Muji Achmad Muthaqin, SH,MH, kepada Radar Sorong.

Dengan dilengkapinya hasil pemeriksaan kejiwaan oleh ahli kejiwaan, untuk 3 berkas perkara atas nama tersangka Nel, Net dan Ang, dinyatakan lengkap dan berkas perkara tiga tersangka ini sudah siap untuk tahap P. 21 (berkas lengkap), selanjutnya Kejaksaan Negeri Fakfak menunggu proses pelimpahan tahap II (dua) tersangka dan barang bukti.

Sedangkan berkas untuk dua tersangka JL dan Tedjo, berkasnya belum dinyatakan lengkap karena Kejaksaan masih menunggu surat keterangan ahli ITE dari penyidik yang membenarkan percakapan JL dan Tedjo bersama tiga tersangka lainnya.

Sementara itu, Charles Darwin Rahangmetan, SH, PH tersangka JL, mengatakan, belum lengkapnya berkas perkara kedua kliennya (JL dan Tedjo) dikarenakan penyidik masih kekuarangan bukti yang menguatkan kkedua kliennya terlibat dalam kasus pembunuhan berencana tersebut.

“Penyidik Polres Fakfak masih kekurangan alat bukti yang dapat menyerat kedua klainnya ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri Fakfak karena itu berkas perkara kedua tersangka yakni JL dan Tedjo masih bolak - balik dari Penyidik Polres ke Kejaksaan,”katany

Dikatakan Charles darwin Rahangmetan, SH, kedua kliennya membantah terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut bahkan tidak pernah melakukan percakapan telephone dengan tiga tersangka termasuk eksekutor Nel.

Menurut Charles, kedua kliennya dinyatakan terlibat karena penyidik hanya mendengar “nyanyian” Nel selaku eksekutor saat ditangkap di Sorong menyebutkan nama JL dan Tedjo sehingga keduanya diperintahkan untuk diamankan tanpa sebelumnya mengumpulkan alat bukti yang pendukung keterlibatan JL dan Tedjo.

Dengan bukti yang lemah kepada kedua kliennya, JL dan Tedjo, Charles berharap, agar kedua kliennya itu dapat dibebaskan dari jeruji besi sel Polres Fakfak. (ric)


Kategori : Lintas Papua

Komentar