FAKFAK-Diduga terlibat peredaran dan penjualan koemetik tanpa izin, dua ibu rumah tangga (IRT) yang kesehariannya sebagai pedagang di Fakfak, setelah berita acara pemeriksaan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari dinyatakan lengkap, selanjutnya dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Fakfak.

Kedua pedagang kosmetik itu di Kejaksaan Negeri Fakfak, ketika di depan Kasi Pidum Kejari Fakfak, Muji Ahmad Muthaqin, SH, MH, tak kuasa meneteskan air matanya, karena begitu berat mendengarkan kalau keduanya akan ditahan Kejaksaan Negeri Fakfak terkait dengan perbuatan mereka berdua yang telah melanggaran Undang – Undang Kesehatan.

Namun kedua tersangka ini bisa tenang kembali, ketika permohonan pengalihan penahanan yang diajukan kedua tersangka kepada Kejaksaan Negeri Fakfak diterima.

Kejari Fakfak, Rielke Jeffri Huwae, SH, MH, melalui Kasi Pidum, kepada Radar Sorong, mengatakan, kedua ibu rumah tangga yang juga pedagang kosmetik di Fakfak terjerat oleh BPOM Manokwari karena keduanya diduga memperdagangkan kosmentik dan obat tanpa memiliki izin dari instansi terkait.

Karena memperdagangkan kosmetik dan obat sebanyak 19 item yang berhasil disita BPOM, tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan, IRT tersebut dijerat dengan pasal 197 Undang – Undang RI nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Setelah pelimpahan kedua tersangka dan barang bukti, kedua IRT tersebut langsung meninggalkan Kejaksaan Negeri Fakfak karena keduanya hanya diberikan tahanan kota. (ric)


Kategori : Lintas Papua

Komentar