SORONG-Demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan keolahragaan professional, terstruktur dan terorganisir dengan system tata administrasi keorganisasian yang tertib disetiap di kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, maka perlu ditetapkan Badan Pengurus KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw periode 2018/2022. Para pengurus KONI kabupaten/kota tersebut dikukuhkan atau dilantik oleh Ketua Umum KONI Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan di Aula Samu Siret Kantor Walikota Sorong, Senin (7/5).

  Dikatakan Ketua Umum KONI Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan usai pengukuhan pengurus KONI Provinsi Papua Barat di kabupaten/kota di Papua Barat ada 12 kabupaten dan 1 kota dan KONI kabupaten/kota 3 wilayah yang terakhir dilantik.

  Lanjutnya, berarti semua ketua umum KONI telah dilantik dengan demikian dasar hukum yang sudah ada berarti sudah dapat bekerja untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan olahraga, baik di tingkat kabupaten/kota atau provinsi dan nantinya bisa mendapatkan atlet-atlet baru yang disiapkan untuk PON 20 tahun 2020 di tanah Papua tepatnya di Jayapura.

  “Tapi kita juga lewat musyawarah luar biasa KONI Pusat tanggal 23 April 2018 yang lalu di Jakarta dilaksanakan ada dua agenda, yang pertama disepakati menetapkan provinsi-provinsi yang menjadi tuan rumah dan kita sudah sepakati untuk tahun 2024 PON ke-21 itu Aceh dan Sumatera Utara menjadi tuan rumah, kemudian kita bicarakan penetapan cabor-cabor dipertandingkan dalam PON 2020 yang ke-20 di tanah Papua,” jelasnya.

  Kemudian dari Papua Barat juga meminta kepada Ketua Umum KONI Pusat dan Ketua Umum KONI Papua, Lukas Enembe untuk ada cabor-cabor yang bisa dipertandingkan di Provinsi Papua Barat. Pada prinsipnya KONI Pusat dan KONI Papua mendukung yang diminta dan akan disesuaikan dengan cabor-cabor yang bisa disetujui untuk bertanding di Papua Barat.

  “Kita sekarang lagi tempuh proses administrasi yang diajukan ke KONI pusat dan KONI Papua sebagai tuan rumah untuk menyetujui cabor-cabor dan kita harus menyiapkan beberapa fasilitas atau masalah olahraga dimana ketika kita minta untuk disetujui,” katanya.

  Diakuinya, Papua Barat harus siap karena akan diuji atau dilihat oleh tim dari pusat berdasarkan cabor-cabor yang mengikuti pertandingan di PON akan melihat apakah yang diminta ini sudah siap atau belum terutama sarana-prasarana, akomodasi, transportasinya yang mudah dijangkau. Jika memenuhi syarat berarti ada beberapa cabor yang akan dipertandingkan di Papua Barat.

  “Kita harapkan ada terjun payung, sepak bola, tenis meja, menyelam, balap motor, kalau balap motor memang Papua belum siap dibagian itu,” ujarnya.

  Ketua Umum KONI Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan kemarin melantik Ketua Umum KONI Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM, Ketua Umum KONI Kabupaten Sorong, Dr.Johny Kamuru,SH,M.Si dan Ketua Umum KONI Kabupaten Tambrauw, Gabriel Asem,SE,M.Si.

  Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan di Papua Barat ini, Kota Sorong sebagai gudangnya olahraga dan apapun itu tinggal dibenahi dan dibina sesuai dengan kemampuan berdasarkan profesi dan keahliannya, tetapi jangan lupa untuk mempersiapkan dana yang besar. Karena membiayai olahraga itu cukup besar dan tidak murah.

  “Untuk kesejahteraan atlit, selama periode pertama saya tidak berbicara soal olahraga, karena kalau saya hanya berjanji saja tanpa ditepati nanti akan malu, tapi saya sudah bangun kantor KONI. Ketua KONI se-Papua Barat belum punya kantor yang permanen kecuali Kota Sorong, 2 lantai lagi,”pungkasnya.(zia)


Kategori : Sport

Komentar