SORONG-Ulang tahun Kabupaten Maybrat yang ke-9 tanggal 15 April. diperingati melalui ibadah syukur dan pemulihan yang dilangsungkan di lapangan Ella Ayamaru Kabupaten Maybrat, Senin (16/4). Selain dihadiri penduduk Maybrat yang datang dari 8 dedominasi gereja, HUT Maybrat ke-9 ini juga dihadiri muspida Sorong Raya diantaranya Kajari Sorong, Dandim 1704 Sorong, intelektual Maybrat yang datang dari kota-kabupaten di Papua-Papua Barat, sesepuh Maybrat, perwakilan Kapolres Sorong Selatan.

Ibadah syukur dikemas dalam bentuk KKR Pemulihan dipimpin Pdt. Sefanya Yewun,S.Th. Diawali pembacaan sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Maybrat oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Maybrat, Korneles Kambu,S.Sos,MSi. Pdt. Sefanya Yewun,STh dalam khotbahnya menitikberatkan pada dua prinsip dasar hidup menurut Injil, antara berkat atau kutuk.

Dalam khotbahnya, Pdt. Yewun mengatakan, akhir-akhir ini ada diantara kita sesama orang Maybrat, tidak merendahkan diri satu sama lain terutama dalam menghargai penginjil-penginjil tua, hidupnya mementingkan diri sendiri, menyimpan amarah dan dendam, iri hati dan sebagainya. Tanpa disadari, perilaku ini sedang membawa kita dalam kehancuran.

Oleh karenanya, di kesempatan doa pemulihan yang saat itu bersamaan dengan turunnya hujan, Pdt Yewun minta supaya melupakan masa lalu dan berusahalah berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan sesama kita orang-orang percaya.  “Perintah Allah yang disampaikan kepada hambaNya Rasul Ruben Rumbiak adalah wasiat ilahi yang wajib dilaksanakan yakni mengasihi Tuhan dan sesama, merendahkan diri kepada semua orang, menjaga kehormatan Tuhan dan sesama, maka berkat itu akan menjadi milik kita turun temurun,” kata Pdt. Sefanya Yewun,S.Th

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM dalam sambutannya mengatakan perayaan HUT ke 9 Kabupaten Maybrat tahun ini tidak dirayakan dalam acara formal kenegaraan. Di transisi pemerintahan Maybrat lanjut Sagrim, perayaan lebih difokuskan pada ibadah syukur yang dikemas dalam bentuk KKR dan Pemulihan bagi orang A3-Maybrat. Ibadah syukur ini juga adalah bagian dari upaya mendukung rekonsiliasi penyelesaikan konflik Maybrat yang ditugaskan pemerintah pusat melalui Gubernur Papua Barat kepada Drs. Otto Ihalauw,MA, Prof. Bert Kambuaya,M.BA, Pdt. Herman Saut,S.Th, Dr. Marthinus Solossa,M.Si, Drs. Ec. Lambert Jitmau,MM.

Bupati juga menyinggung soal penggunaan nama Maybrat dan nama A3 (Ayamaru,Aitinyo, Aifat) adalah dua nomenklatur yang tidak saling berbenturan. Menurut Sagrim, nama Maybrat adalah nomenklaturnya pemerintah. “Kalau nomenklatur kita sesuai kearifan lokal adat dan budaya kita adalah A3, jangan tambah A,A lain lagi di belakang,” kata Sagrim.

Sagrim mengingatkan jangan kita menambah faksi-faksi karena itu akan memunculkan beragam kepentingan kelompok yang akan berdampak pada terpecah belahnya persatuan dan kesatuan orang A3.  “Kalau semakin banyak faksi-faksi di Maybrat akan berdampak pada agenda pesta demokrasi, kelompok kepentingan akan saling sikut dan akhirnya membuat rakyat A3 kacau balau,” tandas Sagrim. Karena itu, ia mengharapkan kepada semua organisasi yang skop local kampung atau distrik-distrik, jangan membuat payung baru, semua harus bernaung di bawah payung A3.

Dalam sambutannya, Bupati Sagrim juga menjelaskan bahwa kebijakan pembangunan Maybrat baru akan dimulai tahun ini (2018), dan sebaran pembangunan merata di tiga wilayah besar meliputi Ayamaru Raya dari Mare Raya sampai Arus Raya, Aitinyo Raya meliputi Jitmau Perbatasan Moswaren sampai Perbatasan Kais, Aifat Raya mulai dari Mirafan sampai Aifat Timur Jauh.

Diakuinya, sebagai pemimpin, baik itu bupati, wakil bupati maupun pejabat teknis, ada batas kemampuan dan kebijakan, sehingga di lapangan kalau ada masalah harus disampaikan, jangan melakukan aksi palang memalang karena itu bukan budaya orang Maybrat. “Jangan beritahu lewat palang memalang, itu bukan budaya kita. Saya, pak wakil  dengan pejabat pemerintah ada batas kemampuan. Jadi kalau ada masalah yang terkait dengan proyek atau jabatan, tolong dikasi tau baik,  jangan palang memalang,” kata Bernard Sagrim.

Ditambahkannya, ibadah syukur dan KKR Pemulihan pesta iman untuk mempersatukan dan mendamaikan suku A3, karena pemilukada telah selesai, maka saatnya membangun Maybrat yang lebih baik sesuai moto nehaf sau bonaut sau, satu hati satu komitmen.

Terpisah, Sekertaris Panitia HUT Maybrat ke-9, Nikodemus Way,SPd,MPd menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena atas perkenaan dan kehendaknya, pemerintah telah menghadirkan DOB Kabupaten Maybrat bagi orang A3. Dan tentu kabupaten ini adalah berkat yang harus dipergunakan baik untuk membangun manusianya sesuai dengan motto satu hati satu komitmen. Nikodemus Way mengajak seluruh orang A3 supaya sungguh-sungguh melaksanakan perintah Theofani Allah serta mendukung program dan kebijakan pembangunan Maybrat dibawah kepemimpinan Sagrim-Kocu sebagai bupati dan wakil bupati Maybrat. (ris)


Kategori : Berita Utama

Komentar