SORONG-Puluhan kendaraan angkutan barang dan angkutan umum terjaring razia dan hanya 15 kendaraan yang melanggar aturan dimana dilakukan penilangan di tempat. Razia dilakukan di depan Bandara DEO, Rabu (18/4).

Dalam rangka memastikan kendaraan angkutan barang dan angkutan umum di Kota Sorong secara teknis di razia guna melihat kendaraan tersebut layak jalan dan memiliki dokumen lengkap.

Kepala Seksi Lalulintas dan Angkutan Jalan BPTD Wil XXV Prov Papua dan Papua Barat, Agus Juni, mengatakan kegiatan ini inisitaif dari Dinas Perhubungan Kota Sorong bersama jajaran Satlantas Polres Sorong Kota terkait penegakkan hukum (gakum) atau pemeriksaan kelengkapan kendaraaan. Kendaraan yang dirazia ada angkutan sewa, angkutan umum dan angkutan barang.

“Kalau gakum kan seluruh Indonesia itu ada, jadi kalau daerah lain sudah menjadi program rutin seperti di Sumatera. Kalau disini baru sebatas administrasi terkait dokumen-dokumen seperti dari dishub uji kir (masa berlaku kendaraan) dari kepolisian diperiksa STNK dan SIM,” jelasnya kepada Radar Sorong, Rabu (18/4).

Lanjutnya, kendaraan yang dirazia salah satunya adalah kendaraan yang tidak ada surat-suratnya sama sekali. Kalau dari Dishub langsung ditahan barang buktinya, karena dari buku uji, STNK dan SIM gak ada. “Nanti dikembalikan tapi disidang dulu,”ujarnya.

Agus mengatakan, kedepannya nanti ada alat kelengkapan pemeriksaan jadi nanti ada pemeriksaan muatan, dimana ada batasan-batasan untuk barang itu berapa. Nanti ada yang over load (kelebihan beban) pasti ditindak. Sehingga penegekkan hukum harus dijadwalkan karena ketertiban administrasi, untuk layak jalannya kendaraan dan keselamatan juga terutama yang angkutan penumpang, karena membawa banyak orang juga.

“Harapannya terhadap semua warga jika mengendarai kendaraan lebih tertib, lebih taat. Jangan menganggap remeh, karena di jalan tidak sendiri saja yang pakai karena ada orang lain. Misalnya kalau dari kendaraan angkutan umum tidak layak kan kasihan penumpang tidak tahu kalau kendaraan itu tidak layak jalan atau bisa,” ujarnya.

Sementara itu hal senada dikatakan Kepala Seksi Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Sorong, Rizal Latupono, terkait penegakkan hukum dijalan Dinas Perhubungan Kota Sorong bersamaan dengan Satlantas Polres Sorong Kota dan Balai Kementerian Perhubungan Darat.

“Jadi sasaran kita adalah angkutan barang, sementaran yang ditilang adalah adanya pelanggaran kelayakkan kendaraan itu sendiri dan kelebihan muatan dan kelengkapan lainnya seperti buku uji kir dimana kendaraannya tidak layak jalan, tidak ada STNK dan SIM. Sasaran kita angkutan barang dulu hari ini, sementara yang kami tilang adalah 15 unit,” katanya.

Rizal mengtakan bahwa dengan adanya penilangan terhadap kendaran angkutan barang maka dengan sendirinya ada peningkatan pada pendapatan asli daerah Dinas Perhubunguan Kota Sorong.“Kedepan kita akan melakukan penegakan hukum pada angkutan kota,”ujarnya.

Dia, mengimbau kepada seluruh pemilik kendaraan maupun para sopir yang menggunakan kendaraan di jalan khususnya angkutan barang, harus melengkapi semua kelengakapan kendaraan seperti buku uji, SIM dan STNK yang merupakan satu rangkaian dalam kelengkapan itu sendiri. “Agar dalam berkendara aman dan nyaman,”pungkasnya.

Salah satu pemilik kendaraan yang ditilang, Iki mengatakan bahwa sementera mengurus berkas-berkas kendaraannya. “Sudah saya perpanjang tapi belum keluar jadi,” katanya.(zia)


Kategori : Metro

Komentar