SORONG-Buntut dari seorang warganya dibegal sehingga mengalami luka robek di telapak tangan oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK) di Jln Merpati Kompleks SMA Al-Amin Kota Sorong, ratusan warga menggelar aksi, Minggu (15/8) pukul 15.00 WIT. Mereka memblokade jalan dan merusak satu buah pangkalan ojek dan satu buah Pos Kamling di lokasi kejadian tempat warganya dibegal.

Dengan membawa parang, potongan besi maupun kayu balok, massa mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Jln Merpati Kompleks SMA AL-Amin untuk mencari para pelaku yang telah melakukan aksi kekerasan terhadap warganya, namun para pelaku sudah tidak berada di TKP. Massa yang kesal kemudian mendatangi Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, meminta pertanggungjawabannya menghadirkan para pelaku begal, namun Ketua RT juga tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh sekelompok warga tersebut.

Karena pelaku tidak dapat dihadirkan, massa yang kesal melakukan aksi merusak satu buah pos kamling dan satu buah pangkalan ojek di sekitar TKP. Meskipun telah melakukan pengrusakan terhadap satu buah pos kamling dan satu buah pangkalan ojek, aksi massa terus berlanjut hingga ke perempatan Supermaket Homi Kota Sorong.

Aparat kepolisian menghadang di tengah jalan dan meminta agar sekelompok warga tersebut kembali pulang. Situasi sempat memanas saat seorang warga yang bertelanjang dada, mengacungkan parang menantang aparat kepolsian yang menghadang. “Kalau berani tembak,” kata seorang warga dalam kerumunan massa. Aparat tak terpancing, lebih memakai prosedur dengan cara melakukan negosiasi agar massa tenang dan kembali pulang. Negosiasi pun berhasil, sekelompok warga memilih pulang.

Saat perjalanan pulang ke kompleks Pasar Bersama, ada isu bahwa pelaku yang melakukan kekerasan terhadap warganya, telah diamankan di Polsek Bandara DEO. Sekelompok warga yang tadinya sudah berhasil diredam oleh aparat keamanan dan kembali pulang, memutuskan mendatangi Polsek Bandara DEO.

Sejumlah warga yang berada di taman DEO, seketika berhamburan ketakutan saat melihat massa mendekat. Massa pun kemudian mengecek kebenaran informasi keberadaan pelaku di Polsek Bandara DEO. Namun saat tiba di Polsek Bandara, ternyata informasi tersebut tidak benar. Massa akhirnya pulang ke kompleksnya dikawal aparat kepolisian Polres Sorong Kota.

Informasi yang dihimpun koran ini, aksi massa ini berawal dari salah seorang warganya bernama Umar K dibegal oleh sejumlah OTK di di Jl Merpati Kompleks SMA AL-Amin Kota Sorong. Saat itu pada Minggu (15/4) sekitar pukul 07.00 WIT, Umar yang berprofesi sebagai tukang ojek, mengantar penumpangnya dari jembatan Puri ke Kompleks Al-Amin Kota Sorong. Setelah penumpangnya turun, ia kemudian bergegas kembali.

Belum jauh dari tempatnya menurunkan penumpang, Umar dihadang sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang sedang mengkonsumsi miras di pos kamling. Umar yang dihadang seketika berhenti seperti yang disuruhkan oleh para pelaku. Saat berhenti, korban ditodong menggunakan parang tepat di lehernya oleh salah seorang pelaku.

Korban yang tak berdaya ditodong parang, para pelaku kemudian menjarah barang-barang berharga miliknya berupa dompet yang berisikan uang dan surat-surat berharga. Motor yang digunakannya mencari nafkah sebagai tukang ojek, juga diambil para pelaku. Sadar nyawanya terancam, korban kemudian memberanikan diri menepis parang yang ditodongkan di lehernya, kemudian melarikan diri ke Polres Sorong Kota untuk melaporkan kejadian begal yang dialaminya. (raf)


Kategori : Berita Utama

Komentar