SORONG-Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan, tiba di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong Papua Barat dengan pesawat kepresidenan, Kamis (12/4) pukul 19.20 WIT. Kedatangan Jokowi disambut Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Yopie Onesimus Wayangkau, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, Danlantamal XIV Sorong Brigjen TNI Mar Amir Faisol dan Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono.

Di bandara DEO, Jokowi tampak berbincang-bincang dengan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan sambil berjalan menuju ke mobil kepresidenan.  Setelah itu, Jokowi dan Ibu Iriana beserta rombongan, bergerak ke Belagri Hotel untuk beristirahat. Rencananya Jumat pagi ini, Presiden Jokowi akan mengikuti sejumlah kegiatan di Kota Sorong sebelum bertolak kembali ke Jakarta, sore nanti.

Di Kota Sorong, Jokowi dijadwalkan menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Akbar Kota Sorong pada Jumat (13/4) hari ini.  Karena itu, puluhan personil gabungan TNI-Polri, Kamis (12/4) mensterilkan masjid dan sekitarnya. Petugas gabungan berjaga di sekitar masjid Al-Akbar, petugas dengan atribut dan senjata lengkap, menyebar di sekitar masjid.

Menurut salah satu petugas kepolisian yang berjaga di depan Mesjid Al-Akbar Kota Sorong mesjid tersebut akan disterilkan ketika Presiden Joko Widodo menunaikan salat Jumat. “Iya, kita lakukan pengamanan mulai dari sekarang untuk nanti Jumatan akan disterilkan,” kata petugas tersebut kepada Radar Sorong. Sejumlah lokasi yang rencananya dikunjungi Jokowi juga disterilkan. Selain Bandara DEO, Puskesmas Malawei Remu Selatan dan Hotel Belagri, pengamannya diperketat.

Perlu diketahui, kedatangan Jokowi ke Papua Barat khususnya di Kota Sorong dalam rangka kunjungan kerja setelah sebelumnya melakukan kunjungan di Provinsi Papua. Jokowi dijadwalkan mengikuti beberapa kegiatan selama di Kota Sorong. Data yang diterima Radar Sorong, pada Jumat ini pukul 08.00 WIT, Jokowi didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan, akan berkunjung ke Taman Kanak-Kanak (TK) Theresia Kota Sorong untuk peninjauan seminar narkoba dan stop kekerasan dan pornografi.

Setelah melaksanakan agenda di Paud Theresia, pukul 10.00 WIT Presiden Jokowi beserta rombongan menuju Graha Lux Ex Oriente melakukan wawancara exclusive bersama Wanita Inspiratif (oase). Setelah itu, pukul 12.00 WIT, Jokowi akan melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Akbar Kota Sorong, sedangkan ibu negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Puskesmas Malawei Kota Sorong. Seusai salat Jumat, pukul 13.30 WIT Jokowi dan ibu negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan makan siang di Restaurant SSB Kota Sorong, kemudian bergerak ke Bandara DEO untuk terbang kembali ke Jakarta.

Sementara itu, kunjungan kerja presiden di Papua Barat untuk ketujuh kalinya selama menjabat presiden RI, dinilai sebagai bukti kepeduliannya yang begitu besar pada Papua. Karena itu, presiden harus lebih memperhatikan implementasi Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat, bukan hanya soal anggaran tetapi juga persoalan lainnya terkait dengan hak-hak orang Papua.

”Saya nilai Jokowi sangat menaruh perhatian khusus atas masyarakat Papua, dan inilah presiden pertama yang secara rutin mengunjungi Papua. Selaku anak Papua, saya meminta agar presiden juga memperhatikan hak-hak anak Papua dalam penerimaan anggota TNI-Polri dan perkerjaan lain yang mengharuskan 70 persen menerima orang asli Papua namun hingga kini belum terbukti,” kata Ketua Fraksi Gerakan Perjuangan Nurani Rakyat DPRD Kota Sorong, Augustie CR. Sagrim,ST kepada Radar Sorong, Kamis (12/4).

Bagi Agustie Sagrim, kedatangan RI 1 yang rutin ke Papua bukanlah kunjungan politik melainkan untuk menjaga keutuhan NKRI. Dengan demikian, apa yang menjadi hak dasar orang asli Papua (OAP) yang tercantum dalam Otsus, juga harus diperhatikan oleh Presiden Jokowi agar maunya masyarakat Papua terhadap republik benar-benar terealisasi demi keutuhan NKRI.

“Jangan hanya menilai Otsus dari anggarannya karena sebagian besar sama sekali belum menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Yang harus dipikirkan dari Otsus adalah memberikan ruang kepada generasi OAP agar menjadi tuan di negeri ini, karena selama ini ruang itu sebagian besar masih tertutup untuk OAP,” tandasnya.

Ditambahkannya, tujuan presiden yang ingin mensejahterakan masyarakat Papua sangat diapresiasi, namun upaya Presiden Jokowi akan lebih maksimal bila mana generasi muda Papua diberi ruang yang seluas-luasnya di atas tanah mereka sendiri tanpa harus memisakan diri dari NKRI. (raf/dar)


Kategori : Berita Utama

Komentar