SORONG-Esensi dari kehadiran suatu pemerintahan adalah memberi rasa aman dan nyaman kepada rakyat yang dipimpinnya. Demikian disampaikan Ketua Tim Rekonsiliasi Maybrat yang meru­pa­kan mantan bupati Sorong Selatan dua periode, Drs Otto Ihalauw,MA kepada Radar Sorong usai memimpin rapat rekonsiliasi di Honai Room Luxio.

Mengenai perbedaan pendapat terkait letak ibukota pemerintahan Maybrat antara Ayamaru atau Kumurkek, Otto Ihalauw menilai hal tersebut sebuah dinamika sosial yang telah terjadi di tingkat elit birokrasi dan politisi Maybrat. Keadaan ini terus berlarut tahun ke tahun dan semakin meluas di kalangan masyarakat awam yang seharusnya hanya menerima manfaat dari kehadiran Kabupaten Maybrat.

“Konflik ini atau lebih tepatnya saya gunakan kata dinamika ini sudah berlangsung kurang lebih 10 tahun berjalan. Sehingga untuk menyelesaikan dinamika ini kita harus menggunakan pendekatan alternative sesuai dengan kearifan lokal yang ada,” kata Otto Ihalauw.

Menurutnya, selama ini metode pendekatan penyelesaikan yang digunakan adalah pendekatan aturan normative, padahal kita di Papua umumnya dan Maybrat khususnya, ada undang-undang yang bersifat kekhususan. Otto menilai Maybrat memiliki modal sosial yang sangat tinggi dan disertai dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, tentu menjadi modal pembangunan Maybrat di masa sekarang maupun yang akan datang.

“Kita berharap Maybrat bersatu. Soal kemudian ada aspirasi-aspirasi ke depan, syaratnya adalah harus bersatu,” tegas Otto sembari mengatakan bahwa esensi dari pemekaran daerah adalah memberi kesejahteraan kepada masyarakat, dan itulah konsep dasar kehadiran pemerintah di tengah-tengah rakyat yang dipimpinnya.

Perbedaan argumentasi di tingkat elit, menurutnya itu realitas yang terjadi di Maybrat selama ini. Namun demikian, dinamika itu hanya terjadi ditingkat elit, sedangkan di kalangan masyarakat tidak demikian karena masyarakat pada dasarnya hanya menginginkan sentuhan pembangunan dan pelayanan pemerintahan.

“Hasil pengamatan kami di lapangan justru masyarakat senang ada kehadiran pemerintah, karena esensi dari sebuah pemekaran daerah otonom baru adalah pelayanan kepada masyarakat. Soal perbedaan yang selama ini terjadi itu adalah dinamika dan tugas kami adalah mempersatukan perbedaan yang terjadi,” pungkas Otto Ihalauw. (ris)


Kategori : Berita Utama

Komentar