MANOKWARI-Penyidik Polres Manokwari masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran Pasar Sanggeng. Beberapa saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim. Kapolres Manokwari, AKBP. Adam Erwindi, mengatakan, saat kejadian, penyidik langsung melakukan olah tempat kejadian serta memintai keterangan seorang saksi.  Dugaan sementara kebakaran akibat arus pendek atau  korsleting listrik.

“Sudah ada saksi yang dimintai keterangan. Dugaan sementara kebakaran akibat arus pendek. Namun demikian kami masih melakukan penyelidikan, apakah murni karena arus pendek atau sabotase,”ujarnya kepada Radar Sorong di kantor gubernur di sela-sela pengamanan aksi unjuk rasa, Kamis (12/4).

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar, Amir Habe juga menduga kebakaran Pasar Sanggeng akibat korsleting listrik. Ini kuatkan dengan keterangan saksi yang melihat api muncul dari meteran di lorong lantai 2 bangunan yang terbakar.

Amir Habe menuturkan, saksi melihat sekitar jam 04.00 WIT ada percikan api di lorong tengah. Satu jam sebelum kejadian, dia tugas jaga di Pasar Sanggeng.

Dia mengakui, ada kekurangan safety di Pasar Sanggeng, tak ada hydran antisipasi kebakaran.“Memang ada hidran di bawah tetapi itu tidak berfungsi hanya  pajangan saja,” tuturnya.

Sehingga ketika Bupati Manokwari Demas P Mandacan berkunjung di Pasar Sanggeng untuk melihat sisa kebakaran, bertanya ke asosiasi pasar apa yang diminta.“Saya bilang saya minta dibikinkan bak air yang bisa menampung air 4-5 tanki, dibagian depan satu, dibagian tengah satu. Kami diminta siapkan lokasi dan pemerintah siapkan hidran, selang penyemprot.  Petugasnya akan dilatih di SAR,” tuturnya.

Sementara itu, Kamis (12/4) para pemilik tempat usaha masih mengais peralatan yang mungkin masih tersisa. Sebagian  pintu besi telah dibuka diambil pengumpul besi tua.

Di lain pihak, BPBD telah membuka dua tenda, satu berukungan panjang dan kecil diperuntukan bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran. Namun hingga sore masih terlihat kosong belum ada  yang mengisi.“Kita sediakan ini supaya para pedagang tidak berlama-lama bersih, tetapi langsung bangkit. Nah, kami sediakan tenda-tenda untuk tempat berjualan sementara,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Manokwari, John Jaftoran.

Diketahui, terbakarnya Pasar Sanggeng, Rabu (11/4) dini hari sempat menghebohkan.  Sebanyak 26 kios di lantai 2 Pasar Sanggeng ini ludes terbakar. Tak satupun barang di dalam kios terselamatkan. Kerugian ditaksir miliaran rupiah.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar