MANOKWARI-Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menuturkan, masih ada pembiayaan yang tumpang tindih salah satunya karena belum diserahkannya aset daerah kepada daerah otonomi baru. Dia mencontohkan di suatu distrik ada dua kantor distrik serta dua kepala distrik.

 “Ini sudah tumpang tindih pembiayaan. Hati-hati  ya, kalau pemeriksaan ini bisa jadi temuan,” tandas Gubernur pada kegiatan aksi pencegahan korupsi, belum lama ini.

Gubernur berharap di Kabupaten Manokwari dan Tambrauw tak ada lagi persoalan batas wilayah. “Saya  harapkan  persoalan aset antara Manokwari dan Tambrauw sudah diserahkan. Kemudian  Manokwari dan Pegunungan Arfak asetnya    diserahkan, juga Manokwari dan Manokwari Selatan,” tuturnya.

Pada Rapat Bupati/Walikota di Waisai belum lama ini, persoalan aset ini menjadi perhatian serius. Kabupaten induk mestinya rela menyerahkan aset yang harusnya menjadi bagian daerah otonomi baru.

“Kalau wilayah distrik itu sudah masuk menjadi bagian dari daerah pemekaran, maka daerah induk harus segera serahkan asetnya. Kalau ada kabupaten yang masih saja mengalokasikan anggaran untuk distrik yang masuk wilayah lain, maka itu bisa menjadi temuan,” tuturnya.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar