JAYAPURA-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengimbau seluruh masyarakat Papua agar tetap menjaga kerukunan antar umat beragama di tanah Papua serta sama-sama memerangi radikalisme di tanah Papua.

“Urusan radikalisme dan terorisme bukan hanya tanggung jawab aparat TNI dan Polri tetapi tanggung jawab kita semua. Saya harapkan masyarakat Papua harus menyiapkan sikap, siapa kawan dan lawan terhadap perorangan maupun kelompok yang ingin mengacak-acak Bhinneka Tunggal Ika atau NKRI,” ungkap Mendagri Tjahjo Kumolo saat memberikan sambutan usai mengambil sumpah/janji dan melantik Mayjen TNI (Purn) Soedarmo sebagai Penjabat Gubernur Papua di Sasana Krida kantor Gubernur Papua, Selasa (10/4).

Provinsi Papua pada tahun 2017 lalu menurut Tjahjo Kumolo berada pada urutan ke-2 dalam hal toleransi antar umat beragama. Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama mempertahankan dan meningkatkan toleransi antar umat beragama.

“Kita ini bangsa yang besar, dimana terdiri dari ratusan suku dan budaya. Mari kita sama-sama melihat siapa musuh kita dan siapa lawan kita, jangan sampai hal ini menghancurkan bangsa yang besar ini,” tegasnya.

Senada dengan itu, ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib menegaskan bahwa hal-hal yang berbau radikalisme harus dimusnahkan dari tanah Papua.

“Jangan hanya TPN-OPM yang habis dibunuh, namun hal-hal radikalisme masih merajalela harus dimusnahkan dari tanah Papua. Pokoknya organisasi atau lembaga yang bertentangan dengan institusi MRP dan ideologi negara harus dimusnahkan dari tanah Papua,” tegasnya.

Timotius Murib, mengimbau agar semua pihak harus hidup rukun dan saling menghargai satu dengan yang lain, serta membangun komunikasi dengan baik antar umat beragama. (eri/nat)


Kategori : Lintas Papua

Komentar