KAIMANA-Kedatangan wisatawan asing atau mancanegara ke suatu wilayah hendaknya dapat memberikan pendapatan daerah. Terkait dengan kontribusi dari para wisatawan mancanegara, Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma, saat dikonfirmasi seusai mengikuti acara pelepasan peserta ziarah di Gereja Rehobot, baru-baru ini, mengatakan, sudah lama pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kapolres mengenai hal ini.

“Dulu setiap orang asing yang masuk ke daerah, wajib lapor diri di tempat pelaoran untuk turis (pos). Namun dengan undang-undang keimigrasian yang baru, orang asing yang masuk ke suatu daerah, dia tidak punya kewajiban untuk melaporkan ke pos termasuk juga ke pemerintah daerah. Dia cukup dengan melaporkan dirinya kepada pihak imigrasi. Ini soal bagaimana mengawasi orang asing yang masuk di suatu wilayah,”terangnya.

Lanjut bupati, terkait dengan turis ini, seperti yang kami ketahui bahwa ketika dia datang, pasti masuk dengan pesawat atau dengan kapal, lalu dengan alat transport ke tempat wisata. Ketika dia masuk ke tempat yang ada di resort pasti dikenakan biaya. Kami tidak langsung bersentuhan dengan dia (turis), tetapi ketika dia membayar hotel dan lainnya, ada pajak di situ.

“Pajak ini diberikan setiap tri wulan maupun diakhir tahun oleh pemilik resort. Ini merupakan kewajiban dari pemilik resort untuk membayar pajak. Jadi yang didapat dari turis hanya berupa pajak. Pajak ini nantinya menjadi sumber penerimaan daerah untuk dibahas lagi dalam APBD dan diwujutkan dalam pembangunan-pembangunan,”paparnya.

 Pemerintah daerah, kata bupati, tidak secara langsung mengawasi ini. Tetapi pemerintah daerah selalu memonitor, sehingga diharapkan yang masuk ini benar-benar turis. “Jangan sampai mereka-mereka dengan profesi yang lain dan juga punya kepentingan yang lain. Itu yang perlu diwaspadai,” tegas bupati.

Dikatakan, jika kedatangan turis, namun harus ada peraturan yang mengikat dari pemerintah daerah, bisa saja membuat dia tidak merasa nyaman dan enjoy. Sehingga karena dengan adanya perlakuan semacam itu, dia lebih memilih untuk mengunjungi daerah wisata yang lain.

“Kalau itu yang terjadi, daerah akan rugi. Karena itu, semua pihak terkait memiliki kewajiban untuk pengawasan maupun memberikan rasa aman dan nyaman bila ada tamu (turis) datang,”tandasnya.(nic)


Kategori : Kaimana

Komentar