SORONG-  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Papua Barat selama dua hari (6-7/4) lalu menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III PDIP Provinsi Papua Barat di Manokwari. Rakerda III yang menghadirkan 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten- Kota se-Provinsi Papua Barat tersebut selain membahas strategi pemenangan Pemilu 2019, juga DPC PDIP Kabupaten/Kota menyampaikan hasil penjaringan bakal calon anggota DPRD Kabupaten/Kota masing-masing kepada DPD PDIP  Provinsi Papua Barat dan selanjutnya diteruskan ke DPP PDI Perjuangan.

   Ketua DPC PDIP Kabupaten Maybrat, Septinus Engel Naa,SH mengatakan, bahwa khusus Kabupaten Maybrat, pihaknya telah menyerahkan nama bakal calon Legislatif Kabupaten Maybrat ke DPD PDIP Papua Barat dan selanjutnya diteruskan ke DPP untuk diselanjutnya diplenokan dan ditetapkan oleh DPP menjadi calon legislative 2019-2023. Walaupun tidak disebutkan terperinci nama-nama calon tersebut, akan tetapi beberapa nama diantaranya dipastikan adalah pejabat tinggi eselon I dan II di jajaran Pemerintah Kabupaten Maybrat yang sedang memasuki masa pensiun.

   Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maybrat itu juga menjelaskan bahwa, calon legislative PDI Perjuangan yang akan berkompetisi merebut 20 kursi di Kabupaten Maybrat adalah  sebanyak 28 orang. Jumlah tersebut tersebar di empat Dapil, yakni Dapil Ayamaru Raya, Dapil Ayamaru Utara Raya, Dapil Aitinyo Raya dan Dapil Aifat Raya. Sedangkan calon yang diusulkan untuk maju DPR Provinsi Dapil Maybrat, Tambrauw dan Sorong Selatan adalah sebanyak 3 orang.  “28 bakal calon DPRD Kabupaten Maybrat dan 3 bakal calon DPR Provinsi Provinsi Papua Barat yang telah diusulkan ke DPD Provinsi dan selanjutnya diteruskan ke DPP adalah calon yang secara kapasitas, elektabilitas dan kualitas sudah teruji,“ tandasnya.

   Juga dijelaskan bahwa ke 28 nama bakal calon DPR Kabupaten Maybrat maupun Bakal Calon DPR Provinsi yang diusulkan melalui PDIP adalah fungsionaris partai baik pengurus di tingkat cabang maupun di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC), tetapi juga simpatisan yang bukan dari kader partai. “Kami tetap memberi porsi prioritas kepada kader, tetapi kesempatan juga terbuka bagi yang bukan kader atau simpatisan, yang penting dari hasil survey elektabilitasnnya teruji di masyarakat,” tandasnya kepada Radar Sorong.

   Dengan komposisi kader maupun non kader yang telah diusulkan tersebut, pihaknya optimis bahwa di pemilu 2019 nanti, pihaknya menargetkan unsur pimpinan di DPRD Maybrat dan juga fraksi penuh di DPRD Maybrat. “Itu sudah target kami, 6-8 kursi kami akan ambil, karena kader yang kami usung di Pileg 2019 adalah kader yang punya pengaruh besar di masyarakat dan elektabilitasnnya sudah sangat teruji di masyarakat. Makanya kami optimis akan pegang palu di 2019,”jelasnya kepada Radar Sorong. (ris)


Kategori : Sorong Raya

Komentar