MANOKWARI-Proses penerimaan terpadu anggota Polri tahun 2018 mulai bergulir. Akan ditandai dengan penandatangan Pakta Integritas antara panitia, peserta tes dan orang tua pada, Jumat, 13 April.

Sebagai persiapan, Kapolda  Papua Barat, Brigjen Pol Drs Rudolf Albert Rodja, Selasa (4/11) memberi arahan kepada panitia seleksi. Papua Barat menjadi salah satu prioritas Kapolri dalam penerimaan calon siswa Polri tahun 2018.

"Penerimaan ini adalah tahun keempat bagi Polda Papua Barat sejak berdiri pada Januari 2015. Jumlah personel yang dimiliki masih terbatas,"kata Kapolda pada Rapat Internal Panitia Penerimaan Terpadu Anggota Polri di Manokwari.

Ia menuturkan, Polda Papua Barat tergolong cukup baru dibading daerah lain. Papua Barat merupakan daerah perairan dan kepulauan, jumlah personel dan peralatan pendukung masih menjadi kendala dalam pengamanan darat maupun laut.

Terkait rekruitmen anggota Polri di daerah tersebut, kata Rodja, ada hal yang harus mendapat perhatian Mabes Polri, terutama menyangkut keterbatasan sumber daya manusia. "Namun saya berharap, rekrutmen tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Tidak ada komplain dan menghasilkan anggota Polri yang berkualitas," ujarnya.

 Jumlah personel di Polda termasuk Polres jajaran masih kurang. Pemenuhan akan terus dilakukan secara bertahap dengan memperhitungkan jumlah personel yang tersedia. Saat ini Polda Papua Barat baru punya sekitar 4.700 personel dari 11 ribu kebutuhan ideal sebuah Polda.

Kapolda  menekankan, penerimaan casis Polri di Papua Barat terbebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Panitia diminta bekerja secara profesional agar menghasilkan calon siswa Polri yang berkualitas.

Ia menambahkan, tahun ini Polda Papua Barat akan melakukan penerimaan casis khusus pulau-pulau terluar. Ia berharap hal itu dipersiapkan secara matang agar berjalan lancar.(lm)


Kategori : Manokwari

Komentar