JAKARTA – Membakar fasilitas umum di Desa Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua akhir bulan lalu (24/3) bukan aksi terakhir Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Tiga hari belakangan, aparat gabungan Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua berjibaku dalam kontak senjata menghadapi kelompok tersebut. Langkah itu harus diambil lantaran mereka menduduki enam desa di Distrik Tembagapura.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri M. Aidi menyebutkan, enam desa yang sempat diduduki oleh KKSB adalah Desa Utikini, Desa Longsoran, Desa Kimbeli, Desa Opitawak, serta Desa Banti 1 dan Desa Banti 2. ”Mungkin itu realisasi ultimatum KKSB yang sebelumnya disiarkan di berbagai media. Bahwa mereka menyatakan perang terhadap TNI – Polri,” beber Kapendam.

Pria yang akrab dipanggil Aidi itu mengakui, lokasi pembakaran fasilitas umum maupun kontak senjata sama persis dengan lokasi penyanderaan ribuan masyarakat akhir tahun lalu.”Saat ini kurang lebih ada 300 masyarakat,” imbuhnya. Meski tempat tinggal mereka menjadi lokasi kontak senjata, Aidi memastikan bahwa tidak satu pun masyarakat terluka.

  Namun, Pratu Vicky Rumpaisum gugur setelah tertembak di bagian kepala. Prajurit TNI AD yang berasal dari Yonif 751/Raider itu merupakan salah seorang dari 50 anggota TNI yang diterjunkan dalam operasi merebut kembali enam desa di Distrik Tembagapura. Sempat beredar informasi, Vicky meninggal dunia dalam kontak senjata pada Minggu (1/4). Namun Aidi membantah informasi tersebut. ”Hari Senin kemarin (2/4),” tegasnya.

   Lantaran kontak senjata terjadi sampai Selasa (3/4), jenazah Vicky tidak bisa langsung dievakuasi. Sebab, baku tembak dengan KKSB masih terjadi ketika Vicky mengembuskan napas terakhir. Alhasil, janazahnya baru bisa dievakuasi kemarin. Berdasar data yang diperoleh Aidi, kemarin siang jenazah Vicky sudah sampai pusat kota Tembagapura. Kemudian langsung diantar ke Sorong, Papua Barat. ”Rumah duka di Sorong,” ucap dia.

  Atas jasanya, Vicky yang gugur sebagai kusuma bangsa mendapat kenaikan pangkat luar biasa. ”Langsung secara otomatis menjadi praka anumerta,” tutur Aidi. Selain Vicky, sambung dia, tidak ada satu pun anggota TNI lain yang menjadi korban. Sebaliknya, Kodam XVII/Cenderawasih mengidentifikasi dua anggota KKSB tewas. ”Dan puluhan lainnya luka-luka,” tambah dia. Mereka melarikan diri bersama anggota KKSB lainnya.

  Meski tidak tahu pasti, Aidi menyebutkan bahwa jumlah anggota KKSB dalam kontak senjata tersebut mencapai 200 orang. Mereka disebar ke enam desa yang sebelumnya diduduki. Karena itu, 50 anggota TNI yang dikerahkan tidak bergerak dalam kelompok besar. ”Kami bergerak dengan kelompok-kelompok kecil,” ujarnya. Setelah melaksanakan operasi sejak Senin dini hari (2/4) mereka berhasil memukul mundur KKSB kemarin pagi.

  Menurut keterangan Aidi, sekitar pukul 06.00 WIT kemarin enam desa di Distrik Tembagapura sudah tidak lagi diduduki oleh KKSB. Namun demikian, seluruh prajurit TNI yang dikerahkan masih berjaga. Ada 49 prajurit yang masih bertugas. Selain prajurit dari Yonif 751/Raider, prajurit yang bertugas berasal dari Yonif 754/Eme Neme Kangasi dan Brigif 20/Ima Jaya Keramo. ”Saat ini pasukan TNI masih melakukan pengejaran,” kata dia.

  Tidak hanya itu, mereka juga tengah mendata kerusakan di enam desa tersebut. Baik kerusakan fasilitas umum maupun fasilitas pribadi. Yang pasti, Aidi kembali menyampaikan bahwa seluruh masyarakat asli yang tinggal dan menetap di enam desa itu selamat. ”Tidak ada yang menjadi korban,” ujarnya. Selanjutnya, Kodam XVII/Cenderawasih bakal kembali berkoordinasi dengan Polda Papua untuk menentukan langkah lanjutan.

  Sampai kondisi dan situasi benar-benar dianggap kondusif, tambah Aidi, prajurit TNI tidak akan meninggalkan enam desa tersebut. Tapi, juga belum ada keputusan atau perintah untuk menambah pasukan. ”Masih sama, saya belum dapat laporan untuk penambahannya,” ujarnya.

   Berkaitan dengan hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyerahkan keputusan penuh kepada Mabes TNI.

  Mantan panglima ABRI itu menyebutkan, penambahan pasukan bergantung kebutuhan. ”Nanti lihat situasi daerahnya gimana,” kata dia kemarin. Namun demikian, dia berharap besar seluruh masyarakat sadar saat ini Indonesia sudah satu. Karena itu, seluruhnya wajib menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Dia pun ingin seluruh anggota KKSB kembali ke pangkuan NKRI. ”Dengan kita bersama-sama, kita bisa lebih cepat membangun daerah Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Suasana Haru Warnai Kedatangan Jenazah Pratu Vicky

Komandan Kodim 1704/Sorong Letkol Inf. Andar Dodianto Panggabean, S. IP, bertindak sebagai inspektur upacara dalam penyambutan Jenazah almarhum Pratu Vicky Irad Uba Rumpaisum, prajurit Yonif Raider Khusus 751/VJS yang gugur akibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal- Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Utikini Distrik Tembagapura Mimika Papua.

Jenazah almarhum yang dikawal langsung oleh Danyonif Raider Khusus 751/VJS Letkol Inf. Tunggul Jati kemarin (3/4) tiba di Bandara DEO Sorong dari Timika menggunakan pesawat carter Pegasus sekitar pukul 17.30 WIT yang dilanjutkan dengan upacara penyambutan jenazah oleh prajurit TNI  di Bandara DEO Sorong. “Kodim 1704/Sorong sebagai satuan garnisun menyiapkan mulai dari koordinasi bersama keluarga, kesiapan rumah duka, sampai pada pemakaman yang direncanakan hari ini Rabu (4/4)  di Taman Makam Pahlawan dengan upacara Militer,”ujar Dandim 1704/Sorong Letkol Inf. Andar Dodianto Panggabean, S.IP.

Selesainya upacara jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Jend. Sudirman/Jl. Delima di belakang SMP Negeri 9 Kota Sorong dengan menggunakan ambulance dengan pengawalan Polisi Militer. Tampak suasana haru menyelimuti seluruh keluarga dan kerabat almarhum yang berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Di rumah duka kediaman Perdinand Rumpaisum ayah Pratu Vicky tampak karangan bunga ucapan belasungkawa dari Panglima TNI beserta jajaran yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum dalam tugas, dan almarhum gugur sebagai bunga bangsa pada 1April 2018 sekitar pukul 17.00 WIT.

Menurut Felix Rumpaisum kakak Pratu Vicky bahwa pihak keluarga kaget mendengar kematian korban setelah mendapat kabar dari pihak TNI setempat. Felix mengatakan, dimata keluarga Pratu Vicky adalah sosok pribadi yang sopan, baik hati dan sangat bertanggung jawab terhadap tugasnya sebagai abdi negara. Jenazah Almarhum Pratu Vicky Irad Uba Rumpaisum sampai tadi malam disemayamkan di rumah duka, dari pihak keluarga pemakaman direncanakan hari ini bertempat di Taman Makam Pahlawan Tri Jaya Sakti dengan upacara Militer sambil menunggu kakak kandung almarhum yang bertugas di Kodim Boven Digul.(sys/penrem)


Kategori : Nasional

Komentar