SORONG-Pada bulan Maret 2018 Kota Sorong mengalami Inflasi sebesar 0,39 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 130,31. Dari 82 Kota Inflasi di Indonesia, 57 Kota mengalami inflasi dan 25 Kota mengalami deflasi.

Sementara Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura yaitu sebesar 2,10 persen dengan IHK sebesar134,42 dan Inflasi terendah teljadi di Kabupaten Sumenep yaitu sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 128,12.

Dijelaskan Kepala BPS Kota Sorong, Ir.Nurhaida Sirun, bahwa Inflasi di Kota Sorong terjadi karena adanya perubahan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa, yaitu kelompok bahan makanan 0,26 persen kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen, ke1ompok sandang sebesar 2,27 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,64 persen.

Lanjutnya, Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Maret 2018 antara lain Cabai Rawit, Tarif Parkir, Bunga Pepaya, Sirih, dan Sawi Putih. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu Buncis, Sabun Cream Detergen, Susu Rendah Lemak, Pakaian Olahraga Pria, dan Angkutan Udara.

Kemudian, untuk kelompok komoditas yang memberikan andil terbesar atau andil terhadap deflasi yaitu Angkutan Udara -0,13%, Cakalang/Sisik -0,11%, Telur Ayam Ras -0,05%, Kawalina -0,05%, Ikan Ekor Kuning -0,04%. Sedangkan andil terhadap inflasi yaitu Ikan Kembung/Gambung/Banyar 0,09%, Cabai Rawit 0,08%, Bawang Putih 0,07% dan Daging Ayam Ras 0,04%.

“Tingkat Inflasi tahun kalender 2018 (Maret 2018 terhadap Desember 2017) di Kota Sorong sebesar 1,38 persen, dan tingkat lnflasi tahun ke tahun (Maret 2018 terhadap Maret 2017) di Kota Sorong sebesar 1,34 persen,” ujarnya.(zia)


Kategori : Ekonomi

Komentar